<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://ummimoet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummimoet.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 04:47:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummimoet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummimoet.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummimoet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang Keagungan Bulan Rajab yang Mulia</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/tentang-keagungan-bulan-rajab-yang-mulia/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/tentang-keagungan-bulan-rajab-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 11:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Surat Ali Imran : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yang dimaksud dengan ampunan, ialah amal-amal yang menyebabkan pengampunan Tuhan, seperti Islam, taubat, pelaksanaan ibadah dan lain-lain amal shaleh. Diriwayatkan oleh Abdurrahman Ibnu Auf bahwa Rasulullah bersabda : ”Datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=309&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat Ali Imran : </p>
<p>Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. </p>
<p>Yang dimaksud dengan ampunan, ialah amal-amal yang menyebabkan pengampunan Tuhan, seperti Islam, taubat, pelaksanaan ibadah dan lain-lain amal shaleh. </p>
<p>Diriwayatkan oleh Abdurrahman Ibnu Auf bahwa Rasulullah bersabda :<br />
”Datang padaku malaikat Jibril dan berkata : Hai Muhammad! Tidak seorang membaca sekawat untukmu melainkan untuk dia dibacakan selawat oleh tujuh puluh ribu malaikat dan barangsiapa untuk dia malaikat membacakan selawat ia adalah ahli syurga”<span id="more-309"></span></p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :<br />
”Takbir pertama dalam sembahyang yang dicapai oleh orang mu’min di belakang imam lebih baik baginya dari seribu haji dan umroh, memperoleh pahala seperti gunung ”Uhud” kepada orang-orang miskin, tercatat baginya ibadah setahun untuk tiap rakaat, diberinya oleh Allah dua kebebasan, kebebasan dari neraka dan kebebasan dari sifat munafiq dan tidak keluar dari dunia kecuali sudah melihat tempatnya di syurga serta akan masuk syurga tanpa melalui hisab”.</p>
<p>Terdapat khilaf di antara ahli tafsir tentang batas takbir pertama itu. Sebagian pendapat bahwa batasnya sampai selesainya imam membaca fatehah dan sebagian berpendapat sampai imam memulai pembacaan fatehah. (Majalisul Anwar).</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda :<br />
”Barangsiapa bangun malam untuk ibadah pada malam pertama dari bulan Rajab tidak akan mati hatinya jika hati-hati lain mati dan Allah menuangkan kebajikan di atas kepalanya, bebas dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya dan memberi syafaat kepada tujuh puluh ribu ahli ma’siat yang sudah patut masuk neraka. (Lubbul Albab).”</p>
<p>Diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa Rasulullah bersabda :<br />
”Barangsiapa di suatu malam dari bulan Rajab bersembahyang duapuluh rakat dengan membaca tiap-tiap rakaat surat Al Fatehah dan Surat Al Ikhlas dan bersalam sepuluh kali dilindungi oleh Allah dia dan keluarga serta anak-anaknya dari bala’ di dunia dan adzab di akhirat (Zubdah).”</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :<br />
”Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah yang tuli. Barangsiapa dalam bulan itu berpuasa sehari dengan penuh iman dan ikhlas, patut memperoleh ridha Allah yang terbesar dan siapa berpuasa dua hari tidak dapat digambarkan oleh ahli langit dan bumi kemuliaan apa yang tersedia baginya di sisi Tuhan, dan barangsiapa berpuasa tiga hari diselamatkan dari segala bala’ di dunia dan adzab di akhirat dan dari penyakit gila, kusta, sopak dan dari fitnahnya Daijal, dan siapa berpuasa tujuh hari tertutup baginya tujuh pintu neraka dan siapa berpuasa delapan hari terbuka baginya delapan pintu di syurga dan siapa berpuasa sepuluh hari segala apa yang diminta dari Allah akan diberinya dan siapa berpuasa lima belas hari diampuni oleh Allah segala dosaya yang sudah lalu dan digantinya dengan kebajikan dan barangsiapa menambah akan ditambah pahalanya oleh Allah.”</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :<br />
”Pada malam Mi’raj aku melihat sebuah sungai, airnya lebih manis dari madu,  lebih dingin dari es dan lebih harum dari kasturi. Bertanya aku pada Jibril : Bagi siapa sungai ini? ”Bagi orang yang membaca selawat untukmu dalam bulan Rajab”.”</p>
<p>Menurut cerita Mugatil r.a. bahwasanya di belakang gunung ”Gaf” terdapat bumi putih, tanahnya seperti perak, luasnya seluas duni tujuh kali, penuh dengan malaikat sehingga jika ada jarum jatuh akan jatuh di atas mereka, di tiap tangan malaikat bertuliskan : Laa ilaa ha illallahu. Muhammadan rasulullah. Malaikat-malaikat itu berkumpul mengelilingi gunung ”Gaf” tiap malam jum’at beristigfar dan berdoa sampai pagi, memohonkan selamat bagi ummat Muhammad dan berkata : Ya Tuhan kami! Kasihanilah dan jangan disiksa ummat Muhammad. Hai malaikatKu! Firman Tuhan, Demi KeperkasaanKu dan keagunganKu, Aku telah mengampuni mereka. (Majalisul-Abrar).</p>
<p>Dikatakan bahwa kata ”Rajab” terdiri dari tiga huruf : ”Ra” menunjukkan rahmat Tuhan”. ”Ja” menunjukkan dosa dan ma’siat hambaNya dan ”Ba” menunjukkan barakahnya Tuhan, seakan-akan Allah berfirman : Hai hambaku! Aku telah menempatkan dosa dan ma’siat di antara barakah dan rahmatKu, maka tidak akan dicatat lagi bagimu dosa ataupun ma’siat karena kehormatan bulan Rajab. (Majalisul-Abrar).</p>
<p>Diceritakan bahwa bulan Rajab sesudah berakhir naiklah ia ke langit dan ditanya oleh Tuhan : Apakah mereka menyintaimu dan menghormatimu? Lalu berkata si Rajab setelah Tuhan mengulangi pertanyaanNya kedua dan ketiga kali : Ya Tuhanku! Engkaulah penutup segala aib dan memerintahkan hambaMu menutup aib-aib sesamanya. RasulMu memberi julukan tuli padaku. Aku telah mendengar taat dan ibadah hamba-hambaMu dan tidak mendengar ma’siatnya. Kemudian Allah swt. berfirman : Engkau adalah bulanKu beraib dan hamba-hambaKu pula beraib. Aku telah terima mereka dengan segala aib-aibnya demi kehormatanmu sebagaimana Aku telah menerimamu dengan aibmu dan dengan satu penyesalan Aku mengampuni mereka dan tidak mencatat ma’siat-ma’siatnya. </p>
<p>Dikatakan bahwa bulan Rajab mendapat julukan TULI, karena dalam bulan itu para malaikat yang bertugas mencatat amal-amal manuia, hanya mencatat amal-amal kebajikan dan tidak mencatat kejahatan dan ma’siat berlainan dengan lain-lain bulan dimana kebajikan dan kejahatan dicatat bersama. Karena dalam bulan Rajab mereka tidak mendengar kejahatan atau ma’siat yang dicatat. (Misykatul-Anwar).</p>
<p>Bersabda Rasululah saw :<br />
”Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulannya Allah, bulan Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku.”</p>
<p>Menurut Abu Muhammad Alkhallal, bahwa Ibnu Abbas ra. berkata :<br />
”Puasa hari pertama dari bulan Rajab berarti tebusan dosa tiga tahun, hari kedua tebusan dosa dua tahun, dan hari ketiga tebusan dosa setahun, dan selanjutnya tiap hari ialah tebusan dosa sebulan. (Jami’ Saghir). ”</p>
<p>Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda :<br />
”Selain bulan Ramadhan tidak ada puasa kecuali dalam bulan Rajab dan Sya’ban. ” </p>
<p>Menurut riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda :<br />
”Sesungguhnya di syurga ada suatu sungai bernama ”Rajab”, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.”</p>
<p>Kata ”Rajab” dalam bahasa Arab berarti ”Agung”. Diberikannya nama ”Rajab” bagi bulan itu, karena bangsa Arab menghormati dan mengagungkannya, sampai-sampai pintu Ka’bah dibuka oleh para petugasnya selama satu bulan penuh selama bulan Rajab, padahal di lain bulan hanya dibuka hari Senin dan Kamis dan berkata mereka : Bulan Rajab adalah bulannya Allah, Ka’bah rumah Allah dan hamba adalah hamba Allah, maka tidak dilarang hamba memasuki rumah Allah di dalam bulan Allah.</p>
<p>Dihikayatkan bahwa di Baitul Maqdis ada seorang perempuan ahli ibadah, jika tiba bulan Rajab, ia membaca surat ”Al-Ikhlas” saban hari dua belas kali dengan melepas pakaian suteranya dan mengenakan pakaian yang kasar-kasar. Pada suatu ketika dalam bulan Rajab, ia jatuh sakit dan berwasiat pada puteranya, apabila ia mati supaya dikubur bersama pakaian kasarnya, akan tetapi si anak bahkan membungkus mayat ibunya dengan pakaian halusnya sekedar riya’.</p>
<p>Syahdan, dalam mimpi si anak melihat ibunya seakan-akan marah sambil berkata padanya : Kenapa engkau tidak melaksanakan wasiatku? Tergugahlah si anak dari tidurnya dalam keadaan takut dan bergegas-gegas menggali kubur ibunya yang ternyata kosong tidak terdapat mayat di dalamnya. Dalam keadaan terheran-heran, menyesal, ia menangis tersedu-sedu dan seketika terdengar suara olehnya yang berkata : Tidaklah engkau tahu, bahwa siapa yang mengagung-agungkan bulan Rajab tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kuburnya. (Zubdatul wai’dzin).</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Sayidina Abubakar ra. berkata :<br />
Jika sepertiga malam telah lewat pada hari Jum’at pertama dalam bulan Rajab, maka berkumpullah di Ka’bah semua malaikat yang berada di langit maupun di bumi dengan tiada ada yang ketinggalan. Di situ mereka dipandang oleh Allah dan mendengarkan firmanNya yang berbunyi : Hai malaikatKu! Mintalah sesukamu! Ya Tuhan Kami!, berkata para malaikat : ”Perminntaan kami, ialah bahwa Tuhan mengampuni orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab”.”Aku telah mengampuni mereka” jawab Tuhan.</p>
<p>Menurut Riwayat Siti Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda :<br />
”Semua orang lapar di hari kiamat, kecuali para nabi dan keluarganya serta orang-orang yang berpuasa bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka tidak merasa lapar maupun dahaga. (Zubdatul Wa’idzin). </p>
<p>Dikhabarkan bahwa pada hari Qiamat terdengarlah suara yang berseru : Dimanakah mereka ahli Rajab (yang beribadah dan berpuasa di bulan Rajab)? Lalu keluar cahaya yang diikuti oleh Jibril dan Mika’il dan disusul oleh orang-orang ahli Rajab dan bersama-sama melewati Shirath secepat kilat yang menyambar. Bersujudlah mereka kemudian sebagai tanda syukur bahwa mereka telah lulus melewati sirath. ”Angkatlah kepalamu hari ini”,”Angkatlah kepalamu hari ini”, firman Tuhan, kamu telah melakukan sujud di dunia dalam bulanKu, berangkatlah ke tempat-tempatmu (syurga)! (Raunagul Majalis).</p>
<p>Dihikayatkan oleh Tsauban bahwa ia pada suatu ketika berjalan bersama Rasulullah saw. melalui suatu kuburan dimana Rasulullah berhenti sejenak dan menangis tersedu-sedu. Kenapa Rasulullah menangis? Tanya Tsauban, lalu bersabda Rasulullah saw. :<br />
”Aku berdo’a untuk mereka yang sedang disiksa dalam kuburnya maka diringankanlah oleh Allah siksanya. Hai Tsauban!”</p>
<p>Coba mereka berpuasa satu hari dan tidak tidur satu malam dalam bulan Rajab, mereka tidak akan disiksa dalam kuburnya. Kemudian bertanya Tsauban : Adakah puasa satu hari dan ibadah satu malam dalam bulan Rajab mencegah siksaan kubur?</p>
<p>Rasulullah menjawab dan bersabda :<br />
”Hai Tsauban! Demi Allah yang mengutus aku sebagai Nabi, tiada seorang muslim ataupun muslimah yang dengan ikhlas dan melulu untuk Allah berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab, melainkan baginya dicatat oleh Allah pahala ibadah satu tahun puasa di waktu siangnya dan ibadah di waktu malamnya. (Zubdatul Wa’idhin).” </p>
<p>Berkata Mawardi dalam kitabnya ”Al-Igna”.</p>
<p>Pada bulan Rajab dan Sya’ban memang dianjurkan dan dimustahabkan. Tetapi mengenai apa yang disebut sembahyang ”Ra gha’ib” tidak ada dasarnya dalam syariat, karena hadist-hadist yang diriwayatkan mengenai sembahyang itu adalah hadist-hadist maudhu’ (bikinan) walaupun banyak berpendapat dalam kitab. Sebab soal-soal agama dan penentuan pahala atau dosa datangnya dari pembawa syari’at, sedangkan apa yang disebut sembahyang ”Ra gha’ib” tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah maupun oleh sahabat-sahabatnya bahkan tidak ada anjuran untuk melakukan itu. Maka bagi orang yang beragama dan tunguk kepada agamanya harus berhati-hati dan tidak turut melakukan apa yang orang banyak dalam zaman ini melakukannya seperti sembahyang ”Ra gha’ib” malam Jum’at pertama bulan Rajab yang tidak ada dasarnya dalam agama, bahkan dapat diartikan melakukan perbuatan ”bid’ah” yang dapat mendatangkan dosa dan siksa, sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Rasulullah yang berbunyi :<br />
”Hati-hatilah kamu dari soal-soal baru yang diada-adakan (dalam agama), karena tiap-tiap soal baru adalah bid’ah, dan tiap-tiap bid’ah adalah kesesatan dan tiap-tiap kesesatan adalah di neraka. Dan sejelek-jeleknya soal adalah soal-soal baru (yang diada-adakan).”</p>
<p>Kedua hadist tersebut di atas menunjukkan bahwa sembahyang ”Ra gha’ib” adalah bid’ah dan kesesatan karena  tidak dikenal di masa sahabat dan tabi’in maupun di masa imam-imam ahli ijtihad dan baru dikenal sesudah empat ratus tahun hijriah, sehingga tidak dikenal oleh ulama-ulama terdahulu dan oleh ulama-ulama yang datang belakangan bahkan dicela dan dinyatakan ”bid’ah” yang mengandung kemungkaran, Maka tinggalkanlah itu dan berpeganglah pada ra’at dan ibadah yang murni agar mencapai surga dan memperoleh derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. </p>
<p>Diceritakan dalam kitab ”Majmaul Bahrain” bahwa Saiyidina Ali bin Abi Thalib r.a. telah melarang seorang yang ditemuinya pada hari raya ”id” di suatu tanah lapang yang hendak melaksanakan sembahyang sebelum waktunya, dan berkaa orang itu : Hai Amirul Mu’minin!Kenapa saya dilarang padahal saya tahu bahwa Allah tidak akan mengadzab orang karena sembahyang. Sayapun tahu, jawab Saiyidina Ali, bahwa Allah tidak akan memberi pahala atas suatu perbuatan yang tidak dilakukan atau dianjurkan oleh Rasulullah, sehingga dengan demikian sembahyangmu sia-sia belaka bahkan Tuhan mungkin mengadzabmu karena pelanggaranmu terhadap rasulnya. (Majalis Rumi). </p>
<p>Dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :<br />
”Allah menciptakan wajah-wajah para bidadari dari empat warna : putih, hijau, kuning dan merah dan menciptakan badannya dari za’faran, misik, ambar dan kafur. Dari jari-jari kakinya sampai lututnya diciptakan dari za’faran, dari lutut sampai pusarnya dari dupa (misik), dari pusar sampai lehernya dari ambar dan dari leher sampai kepalanya dari kafur. Jika ia meludah, ludahnya menjadi dupa (misik) di dunia. Tertulis di atas dada masing-masing bidadari itu nama-nama suaminya di samping satu nama dari nama-nama Allah. Di antara kedua pundaknya selebar satu farsakh kira-kira satu mil. Di tiap tangan dari kedua tangannya sepuluh gelang dari emas dan di jari-jarinya sepuluh cincin dan di kakinya gelang-gelang dari permata dan mutiara. (Dagaigul-Akhbar).</p>
<p>(Kutipan Bacaan Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=309&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/tentang-keagungan-bulan-rajab-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pemuda, Rahib dan Sahir</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/kisah-pemuda-rahib-dan-sahir/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/kisah-pemuda-rahib-dan-sahir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 01:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Shuhaib r.a. berkata : Bersabda Rasulullah saw. : Dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir, maka ketika telah tua, ia berkata kepada raja : Kini aku telah tua, karena itu kirimlah padaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir supaya dapat menggantikan kedudukanku di sisi raja, jika saya telah meninggal dunia. Maka raja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=289&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shuhaib r.a. berkata : Bersabda Rasulullah saw. : Dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir, maka ketika telah tua, ia berkata kepada raja : Kini aku telah tua, karena itu kirimlah padaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir supaya dapat menggantikan kedudukanku di sisi raja, jika saya telah meninggal dunia. Maka raja memilih seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir itu. <span id="more-289"></span>Dan kebetulan di jalan yang dilalui pemuda itu, ada seorang Rahib (pendeta); maka tertariklah ia kepada Rahib itu, maka ia duduk mendengarkan ajaran-ajarannya, dan merasa puas pada ajaran Rahib itu hingga lambar datang ke tempat Sahir itu. Akhirnya ia mengeluh pada Rahib. Berkata Rahib : Jika engkau takut dipukul Sahir, katakan : Bahwa kau masih ditahan (disuruh) oleh ibumu, dan jika kembali terlambat katakan ; ”Ditahan oleh Sahir”. Maka berjalanlah ia dengan baik keadaannya, sehingga teradi pada suatu hari ketika ia pergi mendadak di tengah jalan ada binatang besar yang menyebabkan orang-orang terhenti, tidak berani berjalan. Maka di situlah pemuda itu berkata : Hari ini aku akan mengetahui, Sahirkah yang lebih baik ajarannya ataukah Rahib? Maka ia mengambil batu sambil berkata : Ya Allah jika ajaran Rahib lebih kau sukai daripada ajaran Sahir, maka bunuhlah binatang buas ini, supaya orang-orang dapat berjalan.</p>
<p>Kemudian dilempar binatang itu, dan seketika itu juga matilah, hingga orang-orang dapat berjalan dengan aman. Maka ia memberitahukan kejadian itu kepada Rahib. Berkata Rahib : Anakku engkau kini lebih utama daripadaku, dan kau nanti akan mendapat ujian (bala’), maka apabila engkau mendapat bala’, janganlah kau tunjuk saya. Kemudian pemuda itu telah mendapat karunia dari Allah hingga ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama yang biasa dikatakan oleh manusia : Tidak dapat sembuh, seperti : buta, belang dan penyakit lainnya. </p>
<p>Maka ada sorang kawan raja sakit mata hingga buta, dan telah berikhtiar ke mana-mana tidak juga sembuh. Kemudian datanglah ia kepada pemuda itu dengan membawa hadiah-hadiah yang banyak sekali, sambil berkata : Jika kau dapat menyembuhkan penyakitku, maka dapatlah saya mengumpulkan segala apa saja untukmu. Jawab pemuda itu : Saya tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah yag menyembuhkan, jika kau percaya kepada Allah, maka saya akan berdo’a dan Allah akan menyembuhkan kau. Maka segeralah orang itu percaya kepada Allah kemudian didoakan oleh pemuda itu, dan seketika itu juga sembuh (dapat melihat).</p>
<p>Kemudian ia pergi ke majlis raja, maka kagumlah raja melihat ia telah sembuh kembali, raja bertanya : Siapakah yang menyembuhkan matamu? Jawabnya : Tuhanku. Raja bertanya : Apakah kau percaya pada Tuhan selain aku? Jawabnya : Tuhanku adalah Tuhanmu (Allah). Maka segera ia disiksa oleh raja supaya kembali kepada agama raja itu, tetapi ia tidak berubah imannya, dan raja terus menyiksa padanya sehingga akhirnya menunjuk kepada pemuda itu. Lalu dipanggil pemuda itu, dan ditanya oleh raja : Hai anakku sihirmu telah melampaui batas sehingga dapat menyembuhkan orang buta dan belang?</p>
<p>Jawab pemuda : Sesungguhnya saya tidak menyembuhkan seorangpun, hanya Allah yang menyembuhkan. Maka segera disiksa oleh raja, hingga terpaksa ia menunjuk Rahib.</p>
<p>Kemudian dipabggil Rahib dan diperintahkan supaya meninggalkan agamanya. Tetapi Rahib tetap menolak perintah raja lalu diambilkan gergaji dan diletakkan di atas kepalanya dan digergaji hingga terbelah dua badannya. Kemudian tibalah giliran yang kedua ialah teman raja itu, maka diperintahkan juga untuk meninggalkan agama Tuhan, inipun menolak perintah raja, yang akhirnya ia juga menerima hukuman gergaji dari atas kepala hingga terbelah menjadi dua. Kemudian didatangkan pemuda itu dan diperintahkan untuk meninggalkan agama Tuan, ini juga menolak tawaran raja. Maka raja memerintahkan kepada tentaranya supaya membawa pemuda itu ke atas bukit, dan di sana ditawarkan kepadanya untuk melepaskan agama Allah, dan kalau ia tetap menolak maka lemparkan ia dari atas bukit supaya mati. Kemudian ketika telah sampai bukit, pemuda itu berdoa : Allahumma finiihim bima syi’ta (Ya Allah hindarkan aku dari bahaya mereka itu sekehendak-Mu). Mendadak seketika itu bergeraklah bukit sehingga jatuhlah semua tentara raja itu. Dan kembalilah pemuda itu kepada raja. Ditanya oleh raja : Kemana tentara yang membawa kamu? Jawabnya : Allah telah menghindarkan saya dari mereka. Kemudian raja memerintahkan beberapa tentara yang lain untuk membawa pemuda itu naik perahu dan apabila telah berada di tengah-tengah laut sipaya ditawarkan lagi kepadanya untuk meninggalkan agamanya, dan apabila menolak akan dilemparkan ke laut. Kemudian sesampainya di tengah laut pemuda itu berdo’a : Allahumma finiihim bima syi’ta (Ya Allah hindarkanlah aku dari baya mereka itu sekehendak-Mu), maka terbaliklah perahu itu sehingga tenggelamlah semua tentara itu. Maka pergilah pemuda itu kepada raja : Kemana tentara yang membawa kamu? Jawabnya : Allah telah menghindarkan aku dari mereka. Maka pemuda itu berkata : Hai raja kau tidak dapat membunuh aku kecuali jika kau menurut perintahku. Bertanya raja : Apakah perintahmu? Jawab pemuda itu : Kumpulkan orang-orang (semua rakyat) dalam suatu lapangan, kemudian gantunglah saya di atas sebuah tiang, dan ambillah anak panahku dari tempatnya, serta letakkanlah pada busurnya, kemudian bacalah : Bismillah Rabbil Ghulam (Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini) lalu lepaskan anak panah itu ke arahku. Bila kau lakukan yang demikian itu niscara dapatlah kau membunuhku. Maka segeralah raja mengumpulkan semua rakyat di suatu lapangan, kemudian digantung pemuda itu di atas tiang, dan diambilnya anak panah serta diletakkannya pada busurnya, lalu membaca : Bismillahi Rabbil Ghulam (Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini), lalu dilepaskanya anak panah itu hingga mati. Maka serentak orag-orang yang menghadiri kejadian itu berkata : Aamanna bi Rabbil Ghulam (Kami percaya pada Tuhan pemuda itu), sehingga kepercayaan kepada Allah merata pada semua lapisan masyarakat. Maka segera raja memerintahkan membuat parit besar pada tiap-tiap persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya, dan siapa berjalan diperintahkan untuk meninggalkan agamanya, serta kembali kepada agama raja, sedang yang menolak dibakar di dalam api. Setelah dilaksanakan hal yang demikian itu, terjadilah di antara sekian banyak orang yang disiksa itu, ada seorang wanita yang membawa bayinya, ketika ia diperintah untuk meninggalkan agamanya, ia menolak kemudian pada waktu bayinya ditarik untuk dimasukkan ke dalam api, tiba-tiba ibunya akan menyerah karena tidak sampai hati melihat bayinya akan dibakar, namun dengan mendadak si bayi itu dapat berbicara : Hai ibu sabarlah, sungguh kamu dalam kebenaran (hak).</p>
<p>(Kutipan Cerita Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=289&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/19/kisah-pemuda-rahib-dan-sahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;aruf dan Khithbah</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/18/taaruf-dan-khithbah/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/18/taaruf-dan-khithbah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 23:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[TA&#8217;ARUF Mengenal dengan baik, menambah kemantapan, kesenangan, kebahagiaan, merawat cinta-kasih, memahami dan saling menolong, memperkecil kesalahpahaman, mudah untuk memperbaiki jika ada kesalahan. Ta’aruf harus sesuai dengan aturan – aturan syar’i dan tidak boleh mengarah kepada kemaksiatan atau ada kesan main-main. Ta’aruf juga dimaksudkan untuk melengkapi data-data yang belum diketahui atau saling bertukar pikiran dan memahami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=283&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TA&#8217;ARUF</strong></p>
<p>Mengenal dengan baik, menambah kemantapan, kesenangan, kebahagiaan, merawat cinta-kasih, memahami dan saling menolong, memperkecil kesalahpahaman, mudah untuk memperbaiki jika ada kesalahan. </p>
<p>Ta’aruf harus sesuai dengan aturan – aturan syar’i dan tidak boleh mengarah kepada kemaksiatan atau ada kesan main-main.</p>
<p>Ta’aruf juga dimaksudkan untuk melengkapi data-data yang belum diketahui atau saling bertukar pikiran dan memahami keluarga masing-masing.<span id="more-283"></span></p>
<p>Ta’aruf merupakan salah satu alat atau sarana sekaligus proses, dan belum merupakan tanda jadi secara mutlak, tetapi ada indikasi untuk jadi.</p>
<p>Ta’aruf harus terikat dengan adab – adab islam dan tidak asal asalan. </p>
<p>Ta’aruf boleh langsung dan boleh tidak langsung asalkan tetap dalam tataran syar’I, artinya tidak boleh berduaan tanpa muhrim dan tidak kearah berpacaran atau kumpul kumpul yang tidak syar’i</p>
<p>Melalui  Ta’aruf, bisa Ru’yah atau nadhor dan menjadi sarana bermusyawarah</p>
<p>Ta’aruf nilai hukumnya sunnah, tang penting untuk diperhatikan bagi setiap orang yang akan menikah.</p>
<p>Menikah tanpa ta’aruf tetap sah.</p>
<p><strong>KHITHBAH/ Melamar/ Meminang</strong><br />
Khitbah hukumnya sunnah</p>
<p>Khitbah bukan tanda jadi secara mutlak, tetapi merupakan pengantar untuk jadi dan menunjukkan keseriusan.</p>
<p>Khitbah bisasanya dilakukan oleh orang tua atau wakilnya atau boleh langsung anaknya, tetapi yang terbaik adalah kedua duanya.</p>
<p>Adab Khitbah:<br />
1.	Berniat baik<br />
2.	Bertutur kata baik<br />
3.	berperilaku yang baik<br />
4.	tidak berlebihan dan tidak ada maksiyat<br />
5.	saling menghormati dan bermusyawarah<br />
6.	berfikir kepada Allah<br />
7.	Menjaga adab majlis</p>
<p>Tidak ada tukar cincin sebelum pernikahan.</p>
<p>Tidak boleh memperkecil mahar dan memperbesar peningset atau hadiah sebelum pernikahan (kurang afdhol)</p>
<p>Idealnya jarak antara Khitbah dengan Akad dan walimah  tidak terlalu lama menunggu</p>
<p>Khitbah adalah sarana untuk merencanakan pelaksanaan Walimah dan Akad Nikah (bentuk yang diingginkan)dll.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=283&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/18/taaruf-dan-khithbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Boleh Ngga&#8217; Ya?</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/pacaran-boleh-ngga-ya/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/pacaran-boleh-ngga-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Saya seorang mahasiswi berusia 19th. Menurut satu sumber yang saya baca, Islam memprbolehkan &#8216;pacaran&#8217; sejauh ingin mengenal pasangannya saja,benarkah??krn begitulah keadaan saya skrg..sdgkan tmn saya mengatakan islam mengharamkan pacaran,dlm bntuk apapun, saya jd bingung sedangkan untuk menikah saya rasa saya belum siap, begitu jg dengan pacar saya (setahun lbh tua dari saya). Mohon saran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=242&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Saya seorang mahasiswi berusia 19th. Menurut satu sumber yang saya baca, Islam memprbolehkan &#8216;pacaran&#8217; sejauh ingin mengenal pasangannya saja,benarkah??krn begitulah keadaan saya skrg..sdgkan tmn saya mengatakan islam mengharamkan pacaran,dlm bntuk apapun, saya jd bingung sedangkan untuk menikah saya rasa saya belum siap, begitu jg dengan pacar saya (setahun lbh tua dari saya).<span id="more-242"></span> Mohon saran dan solusinya. terimakasih.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, </p>
<p>Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d</p>
<p>Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya<br />
alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 – 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.</p>
<p>Istilah pacaran itu sendiri sudah merupakan kelaziman di tengah masyarakat dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. Dan realitas di tengah masyarakat sudah mengenal persis aktifitas pacaran itu yang identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan,<br />
tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan.<br />
Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.</p>
<p>Bahkan hakikat pacaran adalah pada keberduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal masyarakat dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal masyarakat sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.</p>
<p>Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan  karena yang ketiganya adalah setan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p>“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.&#8221; (Riwayat Ahmad)</p>
<p>&#8220;Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya.&#8221;</p>
<p>Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: &#8220;Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu,&#8221; mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.</p>
<p>Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.</p>
<p>Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu –apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini- tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.</p>
<p>Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang nota bene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.</p>
<p>Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.</p>
<p>Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?</p>
<p>Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif </p>
<p>dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. </p>
<p>Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.</p>
<p>Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.</p>
<p>Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana<br />
mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.</p>
<p>Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil ahli yang memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar menawar.</p>
<p>Ketika melakukan ta’aruf, seseorang baik pihak laki atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. </p>
<p>Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya.</p>
<p>Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. Silahkan periksa dengan baik dan kalau tertarik, mari bicara harga.</p>
<p>Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. </p>
<p>Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. </p>
<p>Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.</p>
<p>Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan taaruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Bedak, gincu, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.</p>
<p>Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.</p>
<p>Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. </p>
<p>Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.</p>
<p>Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.</p>
<p>Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat.</p>
<p>Dan khusus dalam kasus ta`aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh disana. </p>
<p>Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua tapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat  sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena tapak tangan wanita pun bukan termasuk aurat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan keharusan ghadhdhul bashar ? Bab ghadhdhul bashar tempatnya bukan saat ta`aruf, karena pada saat ta`aruf, secara khusus Rasulullah SAW memang memerintahkan untuk melihat dengan seksama dan teliti. Kalau sekali melihat ternyata belum yakin, boleh melihat lagi dan lagi hingga betul-betul kuat motivasi untuk menikahinya.</p>
<p>Selain urusan melihat pisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. </p>
<p>Janganlah ta`aruf menjadi pacaran. Sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami istri ini.</p>
<p>Khusus berkaitan dengan foto wajah seseorang, sebenarnya bukan media yang 100 % bisa dipercaya, apalagi bila foto itu cuma ukuran 2&#215;3 hitam putih. Sama sekali tidak memberi gambaran apa-apa. </p>
<p>Begitu juga dengan CV yang ditulis di atas kertas selembar yang isinya cuma nama, alamat, hobi dan warna kesukaan. Jelas bukan informasi untuk ta`aruf pada sebuah pernikahan. Kalau cuma pas poto dan selembar kertas bio data, fungsinya buat bikin KTP atau untuk jadi sahabat pena di majalah anak-anak. Dus, itu bukan sarana yang tepat untuk sebuah ta`aruf.</p>
<p>Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,</p>
<p>Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.</p>
<p>(Artikel Pusat Konsultasi Syariah)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=242&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/pacaran-boleh-ngga-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumahku Syurgaku</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/rumahku-syurgaku/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/rumahku-syurgaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Rumahku surgaku adalah ungkapan yang menggambarkan sebuah rumah yang selalu diidam-idamkan setiap orang. Rumah yang menjadi surga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal para anggota keluarga yang menghuninya tetapi juga harus berfungsi sebagai tempat yang dapat meneduhkan dan mengayomi penghuninya. Setiap anggota keluarga dapat merasakan ketentraman dan kedamaian bila berada di dalamnya. Rumah yang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=243&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumahku surgaku adalah ungkapan yang menggambarkan sebuah rumah yang selalu diidam-idamkan setiap orang. Rumah yang menjadi surga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal para anggota keluarga yang menghuninya tetapi juga harus berfungsi sebagai tempat yang dapat meneduhkan dan mengayomi penghuninya. Setiap anggota keluarga dapat merasakan ketentraman dan kedamaian bila berada di dalamnya.<span id="more-243"></span><br />
Rumah yang menjadi surga bukanlah rumah besar yang dilengkapi dengan berbagai perabot rumah tangga yang mewah dan luks. Banyak rumah yang besar dan indah tetapi menjadi neraka bagi penghuninya karena ketiadaan kehangatan antaranggota keluarganya. Rumah idaman yang dapat menjadi surga bagi penghuninya adalah rumah yang tidak dimasuki syetan. Syetan sebagai musuh yang nyata bagi manusia senantiasa menggoda manusia untuk melakukan perbuatan maksiat. Dengan berbagai cara syetan akan berusaha memisahkan seorang suami dengan istrinya dan mengobarkan kemarahan antaranggota keluarga sehingga ketentraman, kedamaian, dan kasih sayang hilang dari rumah mereka.<br />
Setiap muslim pasti mendambakan rumah yang dihuninya menjadi surga bagi dirinya dan rumah tangganya. Oleh karena itu ada beberapa kriteria rumah idaman yang tidak dimasuki syetan yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Rumah yang Tidak dimasuki Syetan karena Aqidah dan Ibadah.</p>
<p>Rumah yang ideal adalah rumah yang dihuni oleh sebuah keluarga yang ideal dan bahagia. Keluarga yang ideal adalah keluarga yang islami yang berfondasikan ketakwaan kepada Allah swt dan berlandaskan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw. Keluarga yang seperti ini adalah keluarga yang senantiasa mengingat Allah dan menegakkan ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah. Secara terperinci penghuni rumah dengan kriteria di atas mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Orang yang mensucikan diri dan ingat kepada Allah. </strong><br />
Islam adalah agama yang memberikan perhatian yang sangat besar terhadap masalah kesucian baik kesucian tubuh, pakaian, tempat, maupun hati. Setiap muslim dituntut untuk mensucikan diri mereka baik pakaian maupun tubuh mereka dari segala najis dan kotoran. Orang yang selalu mengingat Allah berarti ibadahnya akan selalu terjaga dari kelalaian dan orang yang senantiasa beribadah berarti ia juga senantiasa menjaga kebersihan dirinya.Karena kebersihan menjadi syarat untuk melaksanakan ibadah maka menjaga kebersihan merupakan bagian dari ibadah dalam Islam.<br />
Setiap muslim yang tak pernah lalai dari mengingat Allah senantiasa terjaga kebersihan hatinya dari rasa dengki, iri, sombong, dan penyakit hati lainnya. Kebersihan hati ini kelak akan menjaga lidah dan anggota tubuhnya dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menyakitkan. Dengan kebersihan lahir batin seperti ini, tentu syetan tidak melihat  adanya  pintu  masuk ke  dalam  rumah  mereka sebab  Allah  mencintai  mereka seperti mereka mencintai Allah.<br />
Hal ini sesuai dengan makna firman Allah:<br />
…&#8221;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri&#8221;. (QS. Al-Baqarah: 222)</p>
<p><strong>2. Orang-orang yang sujud dan ruku. </strong><br />
Seorang muslim yang senantiasa sujud dan ruku adalah muslim yang senantiasa mendirikan sholat tidak hanya yang wajib tetapi juga yang sunnah. Rumah yang dihuni orang seperti ini adalah rumah yang semarak dengan kalimat Allah dan para malaikat pun bergumam di dalamnya sehingga syetan menghindar dari rumah ini.<br />
Sungguh jauh perbedaan antara penghuni rumah yang tidur mendengkur sepanjang malam ditemani syetan yang terus berjaga dan orang-orang yang menjadikan rumahnya bagaikan bilik lebah yang selalu mendengungkan tasbih dan istighfar di sepanjang malam-malamnya.<br />
Allah berfirman tentang mereka: &#8220;Mereka itulah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang melawat, yang ruku dan sujud, yang menyuruh berbuat ma&#8217;ruf, mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang mukmin itu.&#8221; (QS. At-Taubah: 112)</p>
<p><strong>3. Orang yang benar dan menepati janji. </strong><br />
Iman kepada Allah adalah pembenaran dengan hati dan amal anggota tubuh. Orang muslim yang membenarkan Rabb-Nya adalah orang yang dapat menepati janji yang dikukuhkan antara Allah dan manusia ketika Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh manusia dalam rahim ibunya. Iman yang benar akan mendorong seseorang membangun rumah tangga yang benar. inilah yang menggelisahkan syetan karena tidak memiliki pintu masuk dan tempat dalam rumah itu. Orang yang dapat menepati janji kepada Allah tentu dapat menepati janji kepada manusia. Sifat ini harus bisa menyetir rumah kita agar tidak dapat disusupi syetan karena rumah kita dipagari barakah dan diluap ruh iman yang hakiki.</p>
<p><strong>4. Orang yang memakan makanan yang halal. </strong><br />
Menjaga diri kita dari makanan yang haram merupakan salah satu dari menjaga kesucian. Makanan yang haram ialah makanan yang berasal dari harta anak yatim, riba, pengambilan secara zhalim dan permusuhan. Bila orang muslim mencari makanan yang halal dengan cara yang halal berarti ia telah melindungi dirinya dari serangan iblis dan tipu dayanya yang terlaknat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda:<br />
&#8220;Jauhilah tujuh kedurhakaan yaitu menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat perang berkecamuk, dan menuduh wanita-wanita mukminat yang sudah bersuami yang lalai.&#8221; (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasai).</p>
<p><strong>5. Orang yang memelihara Silaturrahim. </strong><br />
Rumah yang memiliki hubungan berdasarkan kecintaan, kasih sayang, kelembutan, dan tenggang rasa adalah rumah orang yang menjaga silaturrahum. Semua ini merupakan senjata untuk menaklukkan syetan dan mendatangkan keridhaan Allah. Menyambung hubungan silaturrahim dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya, dengan memberi harta, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan, mengucapkan bela sungkawa, membantu orang yang sedang kesusahan, dan menghibur orang yang sedang bersedih hati.</p>
<p><strong>6. Orang yang berbakti kepada orang tua. </strong><br />
Rumah orang yang berbakti kepada orang tua adalah rumah orang mukmin yang mengesakan Allah, menjaga akidahnya, dan mengikuti sunnah Nabi-Nya. Rumah ini didirikan atas dasar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Rumah seperti ini tentu tidak menyediakan tempat bagi syetan untuk bersemayam di dalamnya.</p>
<p><strong>7. Istri yang sholihah. </strong><br />
Seorang istri adalah ratu rumah tangga yang mendampingi suami untuk bersama-sama membangun sebuah rumah tangga. Oleh karena itu peran seorang istri sangatlah besar dalam membina sebuah rumah tangga menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Sebagai seorang ibu, ia akan mendidik anak-anaknya untuk beribadah kepada Allah. Maka dapat dikatakan bahwa seorang istri yang sholihah mempunyai andil untuk membuat rumah tidak memiliki celah untuk dimasuki syetan.</p>
<p><strong>8. Orang yang melaksanakan hak dan kewajiban. </strong><br />
Sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat, seorang muslim yang baik akan melaksanakan segala kewajiban dan haknya. Sikap ini berdasarkan keimanan yang kuat terhadap hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya dan seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa rumah orang yang kuat imannya tidak mempunyai pintu bagi masuknya syetan.</p>
<p>Rumah yang Tidak Dimasuki Syetan karena Akhlak dan Sikap<br />
Akhlak dan sikap merupakan perwujudan dari iman seseorang. Orang yang memiliki akhlak yang baik berarti orang itu memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Sudah barang tentu rumah-rumah mereka juga dihiasi dengan ketakwaan kepada Allah dan rumah yang demikian itu akan dijauhi syetan sehingga penghuninya jauh dari godaan syetan. Penghuni rumah yang mempunyai kriteria di atas mempunyai sifat-sifat berikut:</p>
<p><strong>1. Orang yang menjaga rahasia. </strong><br />
Diantara akhlak Islam adalah larangan membocorkan rahasia dan mengungkit aib orang lain. Rahasia sama dengan janji yang harus selalu dijaga. Rumah tangga pun diibaratkan dengan rahasia maka menjaga rahasia merupakan salah satu tanda orang yang dapat dipercaya dan membocorkan rahasia merupakan tabiat orang yang hina. Keluarga yang menjaga akhlak Nabi saw. adalah keluarga yang tidak memberi tempat bagi syetan untuk bercengkerama di dalamnya.</p>
<p><strong>2. Orang yang tidak menghimpunkan hal-hal yang haram dan menolak yang mungkar. </strong><br />
Di antara manusia ada yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya. Mereka memandang dunia sebagai tempat bersenda gurau dan bermain-main. Mereka meniti jalan syetan dan mengikuti langkah-langkahnya karena syetan mengumbar janji dan selalu memberi harapan. Keluarga yang diperdaya syetan akan menghimpunkan hal-hal yang haram sehingga rumah mereka menjadi tempat perjudian, hiburan malam, atau tempat mesum. Sedangkan rumah yang penuh kebahagiaan adalah rumah yang terdapat petunjuk dan cahaya Allah serta menolak hal-hal yang haram. Gambaran rumah ini adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>a. Rumah yang bersih dari unsur-unsur salib, musuh-musuh Islam tak pernah berhenti mencari jalan menebarkan cobaan kepada keluarga muslim. </em><br />
Mereka sengaja memasukkan bentuk-bentuk salib baik dari gambar di pakaian, perhiasan, mainan anak-anak, lukisan, atau pulpen. Itu semua harus dibersihkan karena itu semua merupakan simbol-simbol syirik.</p>
<p><em>b. Rumah yang bersih dari gambar dan patung, gambar-gambar dan patung dapat mengundang syetan. </em><br />
Gambar-gambar yang tidak diperbolehkan itu berupa lukisan manusia atau hewan sedangkan gambar berupa penggambaran alam seperti pepohonan, gunung atau laut diperbolehkan. Pengecualian lain juga berlaku bagi foto untuk identitas, dalam naskah-naskah resmi, atau mainan anak-anak.</p>
<p><em>c. Rumah yang bersih dari anjing. </em><br />
Banyak orang muslim yang memelihara anjaing dan menaruh perhatian lebih pada anjing. Orang muslim yang sebenarnya adalah yang mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dan salah satunya dalah membersihkan rumah dari anjing. Adanya anjing dirumah akan menghalangi masuknya malaikat karena malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada anjing atau lukisan.</p>
<p><em>d. Rumah yang bersih dari lonceng. </em><br />
Lonceng adalah bel bagi syetan sedangkan malaikat tidak suka pada lonceng atau genta. Suara dentangan lonceng merupakan salah satu cara peribadatan di gereja oleh karena itu setiap muslim harus menghindari suaranya. Dari Abu Hurairah ra berkata,<br />
&#8220;Rasulullah saw. bersabda:<br />
&#8220;Para malaikat tidak mau menyertai perkumpulan yang didalamnya ada<br />
anjing atau pun lonceng.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><em>e. Rumah yang bersih dari senda gurau, judi, khamar, dan rokok. </em><br />
Yang termasuk senda gurau adalah alat-alat musik, kaset-kaset porno, nyanyian, kisah-kisah yang mendramatisir adegan seks, dan lain-lain. Jika seorang muslim ingin mendengarkan nyanyian maka dengarkanlah Al-Qur&#8217;an atau nasyid-nasyid islami. Imam Syafi&#8217;I berkata bahwa nyanyian merupakan senda gurau yang makruh, menyerupai sesuatu yang batil dan mustahil. Selain nyanyian yang termasuk senda gurau adalah omong kosong, perkataan dusta dan batil, dan kesombongan. </p>
<p>Keluarga muslim juga harus bersih dari unsur judi seperti permainan kartu atau permainan-permainan yang dapat dijadikan sarana perjudian. Sedangkan khamar merupakan pangkal dosa besar dan musibah, merusak akal, menghambur-hamburkan harta, mengesampingkan ibadah, mendatangkan syetan, dan merusak tubuh. Khamar juga hal kotor di dalam rumah yang harus dijauhi setiap muslim. </p>
<p>Allah berfirman:<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah olehmu berbagai perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran meminum khamar dan berjudi itu, menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kamu (mengerjakan pekerjaan itu).&#8221; (QS. Al-Maidah: 90-91)</p>
<p>Merokok adalah salah satu perbuatan yang tidak ada gunanya bahkan banyak menimbulkan dampak negatif bagi kaum muslimin baik bagi tubuh, sosial, dan agama. Sebenarnya banyak muslim yang mengetahui hal ini tetapi mereka tetap mengisapnya karena tak mampu menahan hawa nafsunya yang sudah diperdaya<br />
syetan. Merokok dianggap sebagai perbuatan menganiaya diri sendiri bahkan membunuh diri. Selain itu merokok dapat menimbulkan bau yang tidak sedap maka orang yang mengisap rokok di dalam rumah dapat membuat rumah berbau tidak sedap sehingga malaikat menghindari rumah itu.</p>
<p><strong>3. Orang yang menolak bid&#8217;ah. </strong><br />
Ini merupakan masalah yang sangat besar dan penting sebab berkaitan dengan akidah, yang berarti dapat merusak ibadah karena bid&#8217;ah bertentangan dengan Sunnah. Bid&#8217;ah-bid&#8217;ah yang sering dilakukan oleh kaum muslimin antara lain misalnya peringatan hari lahir atau ulang tahun.<br />
Banyak orang muslim yang menganggap bahwa merayakan ulang tahun adalah kebiasaan yang umum maka banyak yang merayakannya dengan pesta besar-besaran dan membuat acara yang menghimpunkan laki-laki dan perempuan secara bebas. Bid&#8217;ah lain adalah memperingati hari kematian. Setiap hari-hari tertentu beberapa waktu setelah kematian anggota keluarganya, diadakanlah selamatan dengan membacakan surat-surat tertentu. Mereka menganggap bahwa ini merupakan acara ritual keagamaan yang ada tuntunannya atau jika mereka sudah mengetahui bahwa ini tidak ada tuntunannya mereka tetap mengadakan dengan alasan tradisi yang tidak dilakukan akan dicemooh oleh orang lain.<br />
Mereka lebih takut pada celaan orang daripada takut untuk melanggar aturan Allah dan sunnah Rasul-Nya. Sebenarnya masih banyak bid&#8217;ah-bid&#8217;ah lain yang dilakukan oleh keluarga muslim tetapi tidak dapat disebutkan semuanya di sini. Seharusnya kaum muslim menyadari bahwa perbuatan bid&#8217;ah merupakan suatu perbuatan yang dirancang syetan dengan bungkus agama yang dibuat agar kaum muslimin jauh dari sunnah Rasulullah saw. yang sebenarnya.</p>
<p><strong>4. Orang yang selalu mengucapkan salam dan meminta izin. </strong><br />
Di antara keagungan syariat Islam adalah tata krama secara menyeluruh yang melindungi rumah kita dan menjaga kehormatannya serta memelihara rasa malu pada diri kita. Tatakrama yang juga merupakan pembeda antara keluarga muslim dan keluarga musyrik adalah ucapan salam dan meminta izin. Keduanya mencakup dzikir dan ucapan selamat menurut Islam dan merupakan benteng dan perlindungan dari gangguan syetan. Allah berfirman: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberi salam kepada penghuninya.&#8221; (QS. An-Nur: 27)</p>
<p><strong>5. Orang yang tawadhu&#8217;. </strong><br />
Tawadhu&#8217; (rendah hati) merupakan pendamping ibadah. Ibadah tidak mungkin menyatu dengan takabur sebab dalam pengertian tawadhu&#8217; ini terkandung sifat merendahkan diri kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Rumah orang yang tawadhu&#8217; adalah rumah orang yang bertakwa dan orang yang menyombongkan diri merupakan pintu masuk yang paling lebar bagi syetan dan iblis. Tawadhu&#8217; memiliki pengaruh yang sangat baik bagi keluarga muslim dan menimbulkan sikap merendahkan diri, lembut terhadap tetangga, menyayangi orang lain, menyadari kedudukan diri sendiri dan memerangi syetan.</p>
<p><strong>6. Orang yang suka memaafkan dan berbuat baik. </strong><br />
Memberi maaf merupakan suatu keutamaan karena ada hak bagi orang muslim tetapi ia melepaskan haknya dengan senang hati karena mengharap ridha Allah. Ini merupakan sikap terpuji, yang karenanya Allah mengangkat derajat suatu kaum. Kedudukan mereka semakin ditinggikan bila disertai dengan perbuatan baik. Allah telah memerintahkan orang muslim agar berpegang pada keutamaan yang sangat dibenci syetan ini sebab sifat memaafkan merupakan gambaran penguat persaudaraan sedangkan tugas syetan adalah menciptakan permusuhan dan kebencian di antara orang-orang muslim.</p>
<p><strong>7. Orang yang menolak hal-hal yang hina. </strong><br />
Islam datang membawa keutamaan dan menyuruh kaum muslimin agar berhias dengan keutamaan itu serta Islam menyuruh kita untuk berlepas diri dari hal-hal yang hina. Rumah orang yang memiliki akhlak mulia adalah rumah orang-orang yang mensucikan diri, selalu mengingat Allah, yang memiliki keutamaan, kebaikan, kecintaan, dan keikhlasan. Itulah rumah yang tidak akan dimasuki syetan dan rumah orang yang melakukan hal-hal yang hina akan dijadikan tempat tinggal syetan yang leluasa bercanda di dalamnya. Hal-hal hina yang dimaksud antara lain adalah berdusta, melanggar janji, bakhil, bodoh, pemarah, dan berputus asa.</p>
<p><strong>8. Orang yang mencintai dan taat. </strong><br />
Allah memerintahkan setiap muslim agar taat kepada-Nya dan mengikuti Rasulullah. Ketaatan itu didasari iman karena seseorang yang hatinya sudah didasari iman tentu ia akan menaati Allah. Ketaatan yang didasari oleh kecintaan lebih afdhal daripada taat karena takut. Oleh karena itu sebaik-baik para ahli ibadah adalah yang menyembah-Nya karena mencintai-Nya. Keluarga yang mencintai Allah dan Rasul-Nya menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya layak memperoleh barakah Allah dan rumahnya tidak akan didekati syetan.<br />
Itulah beberapa sifat yang harus dimiliki sebuah keluarga muslim agar rumahnya menjadi rumah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Tentu saja jika sebuah rumah sudah dilingkupi oleh barakah Allah maka syetan pun tak mampu menyusup ke dalam rumah untuk menggoda anggota keluarga itu dan rumah pun dapat menjadi surga yang diidam-idamkan setiap muslim. Wallahu a&#8217;lam bisshowab.</p>
<p>(Kutipan Artikel Islam)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=243&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/rumahku-syurgaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Ibu, Ya Pendidik</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/ya-ibu-ya-pendidik/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/ya-ibu-ya-pendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:20:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun saat ini kita belum menjadi seorang ibu atau istri dari seseorang, tapi tidak ada salahnya apabila kita mencoba belajar memahami profesi ini sebelum kita benar-benar menjalaninya. Bukankah kita tidak bisa memprediksikan kapan kita akan berjodoh dan juga tidak akan pernah bisa mengetahui saatnya sesosok mungil nan manis yang akan memanggil kita dengan sebutan &#8220;ibu&#8221;? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=246&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun saat ini kita belum menjadi seorang ibu atau istri dari seseorang, tapi tidak ada salahnya apabila kita mencoba belajar memahami profesi ini sebelum kita benar-benar menjalaninya. Bukankah kita tidak bisa memprediksikan kapan kita akan berjodoh dan juga tidak akan pernah bisa mengetahui saatnya sesosok mungil nan manis yang akan memanggil kita dengan sebutan &#8220;ibu&#8221;? Subhanallah. Karena semua itu hanya Allah yang tahu. <span id="more-246"></span></p>
<p>Sebagai seorang muslimah, kita mungkin harus banyak prihatin dan bersabar. Karena pada masa yang akan datang kita akan menjadi seorang ibu yang mendengar keluh kesah anak-anaknya dan juga sebagai istri yang setia mendampingi suami baik dalam suka maupun duka. </p>
<p>Beruntunglah kita yang saat ini berhasil mengenyam suatu pendidikan tinggi, dan juga sebagian muslimah punya kesempatan belajar keluar negeri. Sekarang ini berapa banyak pelajar lulusan SMU yang menunggu untuk keperguruan tinggi, tapi tidak cukup lembaga pendidikan yang bisa menampung mereka, selain pula mereka harus mempertaruhkan hasil belajar mereka selama beberapa tahun untuk bersaing meraih bangku perguruan tinggi. Beruntung pula bagi mereka yang kalah bersaing namun memiliki uang lebih untuk kuliah di tempat lain. </p>
<p>Pergunakanlah kesempatan masa belajar dengan baik, salah jika kita masih berpendapat bahwa perempuan belajar tinggi-tinggi tapi akhirnya ke dapur juga. Sebagai Muslimah yang mengerti akan tanggungjawabnya harus merubah anggapan itu dengan pendirian bahwa &#8220;Al ummu madrosatun&#8221; (ibu adalah sekolah). Jadi segala yang kita pelajari sebenarnya bukan hanya untuk kita, bukan hanya untuk &#8220;better life&#8221; mendapatkan gizi dan gaji, tapi yang terpenting adalah bagaimana seorang muslimah menuntut ilmu dan hasilnya untuk anak-anak dan generasi masa yang akan datang. </p>
<p>Tugas menjadi seorang ibu untuk mengurus anak tidaklah mudah, karena tugas ini tidak bisa digantikan oleh orang lain walaupun seorang ayah, apalagi seorang pembantu. Karena seorang ibu dan anak memiliki satu ikatan emosi yang dalam istilah psikologi disebut &#8220;emotional bounding&#8221;. Jadi dari mulai anak baru lahir disaat mereka belum bisa mengenal apa dan siapa, tapi dengan kekuasan Allah Swt ia bisa merasakan dan membedakan mana ibunya atau bukan. </p>
<p>Oleh karena itu, Erik Erikson salah seorang penganut psikologi sosial menerangkan bahwa saat anak berumur nol tahun (baru lahir) sampai satu tahun mereka membangun &#8220;basic trust dan mistrust&#8221; (rasa kepercayaan dan ketidak percayaan) pada orang lain. Menurutnya, saat anak seusia ini jika si ibu selalu &#8220;responsive&#8221; terhadap segala kebutuhannya, bersikap hangat dalam menghadapi si bayi, maka kelak pada anak akan tumbuh sifat percaya diri baik terhadap ibunya maupun pada orang lain. Sebaliknya, saat anak membutuhkan kasih ibu tapi ibunya tidak &#8220;aware&#8221;, atau tidak &#8220;care&#8221; bertindak cuek dan bersilkap acuh tak acuh maka si anak pun akan merasa &#8220;neglected&#8221; atau diacuhkan. Pada akhirnya seiring dengan pertumbuhannya, akan lahir rasa tidak percaya kepada orangtua, terlebih kepada orang lain. </p>
<p>Sebenarnya, ASI (Air Susu Ibu) bukan saja bagus sebagai nutrisi buat anak, tapi prosesi pemberian ASI merupakan tanda kasih sayang ibu kepada anak. Karena disaat ibu memberikan ASI, dia akan mendekap anaknya, mengelusnya, juga memperhatikan anaknya saat mengalirkan air susu ke tubuh anaknya. Sungguh tak terbayangkan betapa tenteramnya anak-anak pada saat-saat itu. Tak mengherankan jika mereka menangis, ke dada para ibu lah anak-anak itu berlari. </p>
<p>Yang tidak kalah pentingnya, disaat anak mulai tumbuh dan belajar berbicara. Mereka perlu banyak berinteraksi dan anak pun mulai ingin tahu tentang segala sesuatu yang dia lihat di sekelilingnya. Contohnya, ada anak yang selalu bertanya kepada orangtuanya dan pertanyaannya itu terkadang di luar jangkauan otak kita (orang dewasa). Disinilah letak pentingnya ilmu yang mesti dimiliki para orangtua untuk menjawab dengan bijaksana semua pertanyaan mereka. Karena pada saat ini, si anak merasa orang tua mengetahui segalanya. Tapi sayang tidak sedikit orangtua yang tidak mengerti, saat anaknya bertanya hal &#8220;aneh-aneh&#8221; justru di marahi, padahal sebenarnya pertayaan mereka adalah suatu refleksi dari pemikiran-pemikiran yang timbul akibat dari perkembangan otak anak yang tumbuh dengan luar biasa cepat. </p>
<p>Menurut seorang ilmuan, pada saat anak berumur satu sampai 6 tahun sel-sel otak anak tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan ini tidak akan dialami lagi oleh orang dewasa seperti kita. Dalam menyerap pengetahuan, otak anak pada usia ini diibaratkan seperti sebuah busa kering yang menyerap air, itu adalah ibarat betapa anak mampu menangkap dengan cepat segala ilmu yang dia lihat, diajarkan, dan (atau) terjadi di sekelilingnya. </p>
<p>Karena kata Bandura, salah satu cara anak menyerap pengetahuan adalah dengan &#8220;imitasi&#8221; metode mengikuti oleh, karena itu anak akan selalu mudah meniru orang, termasuk apa yang dilihatnya di TV. Tugas orang tua sebagai pendidik adalah menyaring dan menyediakan suatu lingkungan yang baik dimana anak akan belajar meniru dan melihat sesuatu yang baik-baik. Karena sifat alami seorang anak, mereka hanya tahu kesenangan tanpa bisa membedakan yang baik dan buruk. Tugas orang tua lah membantu mereka membedakan hal itu.<br />
Bagaimanapun, ikatan yang kokoh antara anak dan orang tua akan sangat mendukung perkembangan psikologisnya. Anak akan dapat banyak melakukuan proses imitasi atau meniru, perkembangan kognititive, emosi pun berkembang dengan baik. Dengan demikian anak akan tumbuh berkembang ke arah yang positive bila lingkungannya mendukung. </p>
<p>Sebagai ibu, calon ibu dan seorang muslimah, perlu untuk menyadari dan berusaha untuk menciptakan dan membangun satu lingkungan yang penuh kasih sayang, pengertian kepada keluarga, terutama dalam mendidik anak. Pada dasarnya, sebagai hamba Allah kita mempunyai sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak. Sebagai seorang ibu, mendidik anak merupakan tanggungjawab yang kita emban. Berhasil tidak berhasil, baik dan tidak baik seorang anak di tangan orangtua dan pendidikan dini itu tertumpu di tangan seorang ibu. Meski demikian, peran ayah tetap tidak bisa dinafikan. </p>
<p>Bagaimana dengan para ibu yang bekerja? Otomatis waktu kebersamaan dengan anak berkurang. Solusi yang bisa diberikan misalnya, apabila ibu bekerja yang menyebabkan waktu bersama anak untuk berinteraksi menjadi terbatas, maka usahakan untuk menjadi pertemuan yang sedikit itu lebih berkualitas. Artinya, meski sedikit tapi memberikan manfaat yang banyak untuk pendidikan dan perkembangan anak. Wallaahu &#8216;a&#8217;lam bishshowab. </p>
<p>(Kutipan Artikel Ade Nursanti)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=246&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/ya-ibu-ya-pendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Walimatul Ursy</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/walimatul-ursy/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/walimatul-ursy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Seputar bulan Dzulhijjah adalah bulannya orang menikah. Banyak walimatul &#8216;ursy yang diadakan. Tentang hal ini Rasulullah saw memberikan tuntunan : &#8220;Adakan walimah, walau dengan seekor kambing&#8230;..&#8221; Buraidah menceritakan, &#8220;Ketika Ali datang melamar Fatimah, bersabdalah Nabi Muhammad saw. &#8216;Sesungguhnya harus, untuk pesta perkawinan ada walimahnya.&#8217;&#8221; (HR. Ahmad). Seperti apa, dan bagaimana menyelenggarakan walimah yang Islami, berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=244&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seputar bulan Dzulhijjah adalah bulannya orang menikah. Banyak walimatul &#8216;ursy yang diadakan. Tentang hal ini Rasulullah saw memberikan tuntunan : &#8220;Adakan walimah, walau dengan seekor kambing&#8230;..&#8221; Buraidah menceritakan, &#8220;Ketika Ali datang melamar Fatimah, bersabdalah Nabi Muhammad saw. &#8216;Sesungguhnya harus, untuk pesta perkawinan ada walimahnya.&#8217;&#8221; (HR. Ahmad).<br />
Seperti apa, dan bagaimana menyelenggarakan walimah yang Islami, berikut ini adalah beberapa kiatnya.<span id="more-244"></span> </p>
<p><strong>1. NIATNYA. </strong><br />
Jangan sampai salah memasang niat, karena segala sesuatu itu tergantung niatnya. Penyelenggaraan walimah pernikahan di dalam Islam memiliki tujuan suci, yaitu untuk mengabarkan kepada khalayak umum tentang pelaksanaan sebuah ijab qabul. Terjadinya ijab qabul tak boleh disembunyikan dari masyarakat, karena akan menyebabkan terjadinya fitnah dan kemudharatan. Hindari penyelenggaraan walimah dengan niat memamerkan harta yang dimiliki, atau saling bersaing dengan keluarga lain. Hindari pula pelaksanaan walimah karena niat mencari sensasi, mencari popularitas. Bahkan ada yang berniat menyakiti hati orang lain dengan cara mengadakan walimah besar-besaran. </p>
<p><strong>2. WAKTUNYA. </strong><br />
Sebenarnya tak ada ketentuan khusus mengenai pilihan waktu penyelenggaraan. Bisa di saat ijab qabul atau sesudahnya. Boleh di hari pertama pengantin berkumpul. Boleh pula beberapa hari sesudahnya. Biasanya, pilihan waktu ini disesuaikan dengan adat dan kebiasaan yang berlaku di satu tempat, juga ketersediaan anggaran. </p>
<p><strong>3. UNDANGANNYA. </strong><br />
Mengundang sanak kerabat, teman dan tetangga sangat bermanfaat untuk menyambung tali silaturrahim. Mengundang siapa saja pun boleh seperti Rasulullah saw yang berpesan kepada sahabat untuk mengundang &#8216;siapa saja yang kau temui&#8217; pada saat pernikahan beliau. Tetapi hendaknya tidak membeda-bedakan undangan, seperti dipesankan beliau, &#8220;Sejelek-jelek makanan ialah makanan walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya akan tetapi meninggalkan orang-orang miskin.&#8221; (HR Bukhari) </p>
<p><strong>4. PENJAGAAN SYARIAHNYA. </strong><br />
Keinginan mengadakan walimah pernikahan yang meriah tak jarang membuat orang mengabaikan nilai-nilai syariah dalam Islam. Pendapat &#8216;hanya sekali dalam hidup&#8217; sering dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran. Beberapa hal yang sering terjadi antara lain: </p>
<p><em>* Memajang Pengantin. </em><br />
Dengan berbagai macam alasan, orang suka mendudukkan pengantin yang telah berdandan dan berpakaian menarik bersanding berdua di atas kursi pengantin. Kursi ini diletakkan persis di depan menghadap ke para undangan. Dengan dihiasi dekorasi yang sangat menarik, jadilah pasangan pengantin sebagai pusat perhatian seluruh undangan. </p>
<p>Memang benar tujuan utama walimah pernikahan adalah mengabarkan terjadinya sebuah akad nikah, namun tidaklah berarti harus mempertontonkan pengantin putri kepada undangan pria, dan pengantin putra kepada undangan wanita. Dalam salah satu pernikahan Rasulullah saw, beliau mengundang para sahabat datang berkunjung. Pada saat itu beliau berada bersama istri beliau, namun sang istri membalikkan badan, tidak menghadap kepada para sahabat. Jika kita berkeinginan sekadar memperkenalkan pengantin juga tidak mengapa, tetapi tidaklah perlu sepanjang acara berlangsung, dari awal sampai akhir. </p>
<p>Akan lebih baik jika memperkenalkan pengantin di tempat terpisah. Pengantin putra diperkenalkan kepada undangan pria dan pengantin putri diperkenalkan kepada undangan wanita di tempat tersendiri. Kalau toh terpaksa harus diperkenalkan bersama-sama, bisa dipilih waktu secukupnya, misalkan di akhir acara, saat undangan hendak memberikan ucapan selamat, atau pada saat berfoto. </p>
<p><em>* Busana pengantin. </em><br />
Iming-iming untuk bisa tampil istimewa dengan dandanan khas pengantin cukup merangsang. Para pengantin, terutama pengantin putri perlu waspada. Jangan terjebak bujukan &#8216;sekali seumur hidup&#8217; untuk bersedia memperlihatkan aurat pada saat ini. Bagaimana jika pada saat seperti itu kita meninggal? </p>
<p>Alhamdulillah, busana pengantin muslimah sekarang sudah mulai disukai. Desainnya pun bervariasi dan menarik. Ada pula yang dipadukan dengan ciri kedaerahan sehingga nampak mirip busana daerah. Namun perlu juga hati-hati memilih model, karena ada busana pengantin muslim yang begitu bagusnya, tetapi menggunakan kain yang menerawang, masih memperlihatkan leher, memakai sanggul palsu atau terlalu ketat ke badan. Yang seperti ini sebaiknya disempurnakan lagi. </p>
<p><em>* Hijab undangan. </em><br />
Memisahkan tempat duduk para undangan adalah upaya menegakkan hijab dengan baik. Tentunya tidak harus dengan tabir tinggi yang begitu ketat sehingga mengurangi nilai keindahan. Batas antara tempat undangan pria dan wanita bisa dirancang yang indah dan menarik, misalkan dengan tatanan taman bunga yang indah. Ini terutama jika diperkirakan para undangan banyak terdiri dari mereka yang belum sepenuhnya mengerti makna hijab.<br />
Bila undangan lebih spesifik, dengan pemahaman terhadap hijab yang cukup, maka memisahkan ruang para undangan adalah alternatif terbaik. </p>
<p><em>* Rangkaian Acara. </em><br />
Banyak alternatif rangkaian acara bisa dipilih, asalkan tidak sampai melanggar nilai-nilai Islam. Adat daerah dalam walimah pernikahan hendaknya diseleksi terlebih dahulu. Yang dikhawatirkan menyimpang dari nilai Islam lebih baik ditinggalkan. Adat yang tidak menyimpang, melinkan sekadar sebuah kebiasaan bisa dilaksanakan dengan lebih dititikberatkan kepada pengambilan hikmahnya. </p>
<p>Beberapa acara yang tidak perlu diperlihatkan kepada undangan bisa dilaksanakan hanya di antara keluarga dekat saja. Seperti acara ijab qabul, pemberian do&#8217;a pengantin putra kepada istrinya, pemberian mahar dan sungkem kepada ayah-ibu. </p>
<p><em>* Acara foto bersama. </em><br />
Berfoto bersama keluarga besar pengantin diperbolehkan, dengan tetap memperhatikan hijab. Perlu diperhatikan bahwa dalam keluarga besar sekalipun ada yang tidak satu muhrim dengan pengantin. Boleh berfoto antara mereka dengan tetap memperhatikan aturan hijab seperti tidak bergandengan tangan. </p>
<p>* Acara hiburan.<br />
Tidak ada tujuan lain dari penyelenggaraan acara hiburan selain menggembirakan undangan dan memeriahkan acara. Hukumnya hanya mubah. Jika disepakati mengadakan acara ini, hendaknya dicari acara yang diperbolehkan dalam Islam. Tidak menimbulkan kemudharatan, tidak merangsang nafsu birahi dan menimbulkan fitnah. </p>
<p><strong>5. TIDAK BERMEWAH-MEWAH. </strong><br />
Segala sesuatu yang berlebih-lebihan akan membawa kemudharatan. Begitu pula pengadaan walimah. Menghabiskan uang jutaan adalah hal yang lumrah untuk orang sekarang. Tetapi sebaiknya kita pun instrospeksi kembali, sebesar itukah keperluan sebuah walimah? Sedangkan kriteria dari Rasulullah tak lebih dari seekor kambing. </p>
<p>(Kutipan dari sumber : Ummu Itqon )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=244&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/walimatul-ursy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kematian Menjelang Hari Pernikahan</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/kematian-menjelang-hari-pernikahan/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/kematian-menjelang-hari-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/kematian-menjelang-hari-pernikahan/</guid>
		<description><![CDATA[Carilah cinta yang sejati… Yang ada hanyalah pada-Nya Carilah cinta yang hakiki Yang hanya pada-Nya yang Esa Carilah cinta yang abadi Yang ada hanyalah pada-Nya Carilah kasih yang kekal selamanya Yang ada hanyalah pada Tuhan-mu Di dalam mencari cinta yang sejati Banyaknya ranjau kan ditempuhi Di dalam mendapat cinta yang hakiki Banyaknya onak yang dilewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=241&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Carilah cinta yang sejati…<br />
Yang ada hanyalah pada-Nya<br />
Carilah cinta yang hakiki<br />
Yang hanya pada-Nya yang Esa </p>
<p>Carilah cinta yang abadi<br />
Yang ada hanyalah pada-Nya<br />
Carilah kasih yang kekal selamanya<br />
Yang ada hanyalah pada Tuhan-mu</p>
<p>Di dalam mencari cinta yang sejati<br />
Banyaknya ranjau kan ditempuhi<br />
Di dalam mendapat cinta yang hakiki<br />
Banyaknya onak yang dilewati </p>
<p>Namun janji-Nya kepada hamba-nya<br />
Tidak pernah dimungkiri<br />
Dan tidak pernah melupakanmu…<br />
Yakinlah kepada Tuhanmu<br />
Karena Dialah cinta yang hakiki…</p>
<p>“Wah, bentar lagi nikah nih… Kan sudah mau lulus kuliah…” ujar seorang ummahat menggoda juniornya yang sudah tingkat akhir. Saat sang junior menjawab belum ada planning, ummahat yang mantan aktivis da’wah kampus tersebut segera menimpali, “Harus sudah ada planning, dek.. Saya dulu waktu kuliah sudah bikin planning nikah sejak tahun 1998, dan saya benar-benar menikah tahun 2003.” Ia menjelaskan sambil menunjukkan foto dirinya yang tengah menggendong buah hatinya, dan bersama sang suami tentunya. <span id="more-241"></span></p>
<p>Di lain waktu, ummahat yang lain bertanya lagi, “Sudah tingkat akhir ya.. Habis itu, nikah dong ya…” goda ummahat mantan ADK tersebut sambil tersenyum. Sang junior yang digoda, menjawab dengan senyum-senyum pula, “Wah mbak, belum kebayang siapa ikhwannya…” Mendengar jawaban seperti itu, sang ummahat segera berkomentar, “Ya jangan dibayangin, dan memang ngga boleh dibayangin. Itu rahasia Allah, dek…” </p>
<p>Di tempat lain. Seorang ikhwan yang berusia seperempat abad, sering digoda oleh ustadz dan teman-temannya, “Kapan nikah? Menggenapkan setengah dien ^ _ ^ “ Bahkan di rumah, sang ayah sudah menanyakan pula tentang hal ini dan berharap agar puteranya itu secepatnya menikah. </p>
<p><strong>Arti Pernikahan</strong><br />
Kelahiran, pernikahan dan kematian. Demikian siklus kehidupan yang sering digambarkan oleh kebanyakan manusia. Pernikahan menjadi bagian bersejarah dan sakral. Apa arti pernikahan bagi manusia?</p>
<p>Menikah bagi sebagian manusia adalah beban. Karena berarti harus siap berbagi dengan orang lain, pun harus memiliki keturunan. Bagi kebanyakan orang di Barat, menikah bukanlah sesuatu yang sakral lagi. Menikah sangatlah merepotkan. Harus memiliki anak dan sebagainya. Mereka lebih memilih untuk tidak menikah. Untuk apa menikah bila harus terikat, dan tidak bisa bebas menyalurkan kebutuhan seksnya dengan siapa saja. Memiliki anak pun dianggap beban. Bahkan orang-orang di Jepang membuat perhitungan yang rumit tentang biaya pendidikan bila sampai memiliki anak. Stres. Di Jerman, pemerintah menawarkan pembiayaan bagi mereka yang mau melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.</p>
<p>Menikah bagi sebagian manusia adalah syarat untuk melegalkan asmara. Sudah sekian tahun berpacaran dan mengenal. Lantas apalagi yang ditunggu? Daripada nanti berzina. Menikah diartikan sebagai penyatuan cinta semata. Lebih dari itu tidak. Anak yang kelak akan dilahirkan, diplanningkan hanya dalam masalah pendidikan saja ; S1, S2, dst…. Bahkan atas nama cinta pula, bila cinta sudah luntur dan hambar, maka perceraian menjadi mudah. </p>
<p>Menikah bagi sebagian manusia, adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Menikah adalah bagian dari idealismenya untuk memakmurkan bumi dengan keturunan yang dapat menegakkan kalimah Tuhannya. Keturunan yang sholeh, akan membawa kedua orang tuanya menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Pernikahan orang-orang ini, sangat selektif. Menikah dengan pendamping yang juga sholeh adalah harapan untuk dapat saling mengokohkan di tengah peperangan antara yang haq dan yang batil. Maka tidak bisa tidak, syarat pendamping yang haraki dan se-fikrah seakan menjadi wajib hukumnya bagi mereka. </p>
<p><strong>Pernikahan Atas Nama Cinta?</strong><br />
Sebagian manusia ingin menikah karena cinta yang memabukkan. Tak sabar ingin memadu cinta. Larangan Tuhannya ditabrak. Pacaran menjadi halal. Siang dan malam yang terbayang hanyalah wajah si dia. Lagu-lagu cinta melankolis menjadi alunan indah dari hati yang merindu. Bila sang kekasih dekat, ia takut berpisah. Bila sang kekasih jauh, hatinya resah gelisah menahan kerinduan. Lalainya hati karena disibukkan oleh selain-Nya adalah kesengsaraan dan kerugian tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. </p>
<p>Menikah adalah moment yang dinanti. Didamba. Seakan-akan, menikah adalah terminal akhir dari kisah percintaan. Dunia penuh dengan hingar bingar cinta nafsu yang memang di blow up oleh media-media. Lagu, sinetron, film,… semuanya atas nama cinta. Cinta nafsu. Thaghut baru. </p>
<p>Sebagian orang mengatakan bahwa menikahi sang kekasih adalah karena cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Apakah benar cinta karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala? Karena jika saja cinta itu benar karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, niscaya akan membawa diri semakin dekat kepada-Nya. Maka patut dipertanyakan cintanya itu, apakah benar karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala atau hawa nafsu semata.</p>
<p>Cinta. Meminta dan memberi cinta dari dan kepada yang belum berhak. Alangkah malunya hati bila memberikan cinta pada yang tidak berhak. Tiadalah berhak memberikannya, karena sudah ada pemiliknya, meski belum tahu siapakah belahan jiwa itu… karena pasangan jiwa adalah rahasia Allah. “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, maka mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).“ (QS. Al Baqarah : 165)</p>
<p><strong>Mereka Menjemput Kematian</strong><br />
Pernikahan identik dengan kebahagiaan, sedang kematian, identik dengan kesedihan. Tetapi tidak selamanya demikian. Bisa jadi, kematian lebih membahagiakan ketimbang pernikahan. Dan sementara sebagian orang mengejar cinta dan disibukkan angan-angan akan pernikahan dengan sang kekasih, para pejuang justru sibuk menggadaikan seluruh yang mereka miliki, termasuk pernikahannya demi sebuah perniagaan yang balasannya adalah syurga.</p>
<p>Ayat Al Akrash. 17 tahun. Menggapai syahadah menjelang pernikahannya. Pernikahan yang seharusnya menjadi penantian semua gadis. Menikah di kemelut perjuangan membebaskan bangsa dari penjajahan? Ayat Al Akrash bukannya tak punya cinta. Ia mencintai calon suaminya. Tetapi, ada yang lebih tinggi dari cinta kepada manusia, yaitu cinta kepada Allah Subhanahu wa Taala. Ya, dan bom cinta itu menewaskan 3 tentara Israel dan melukai 70 orang lainnya. Subhanallah… Ayat kini telah menjadi mempelai wanita seluruh warga Palestina dan pejuang Islam sedunia.</p>
<p>Zahid. 35 th. Sahabat Rasulullah SAW ini akan menikah dengan wanita yang sholehah, sangat cantik dan terhormat. Ia tengah mempersiapkan pernikahannya. Panggilan jihad berkumandang. Para sahabat menyarankan kepadanya untuk tidak ikut berjihad, karena ia akan berbulan madu. Tetapi apa jawaban sang pejuang ini? Zaid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!” Lalu Zahid menyitir ayat, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (QS. 9:24). Dan majulah Zahid ke medan pertempuran. Menggapai syahid.</p>
<p>Abdurrahman bin Abu Bakar. Menikah dengan ‘Atikah. Ia sangat mencintai isterinya karena agama dan akhlaknya. Yang karena kecintaannya itu, membuat Abdurrahman betah di rumah dan beberapa kali tidak shalat berjamaah di masjid. Mengetahui hal ini, Abu Bakar menyuruhnya menceraikan saja isterinya itu. Dan Abdurrahman bersyair dengan sedih untuk isterinya, “Demi Allah tidaklah aku melupakanmu walau matahari kan terbit meninggi dan tidaklah terurai air mata merpati itu kecuali berbagi hati. Tidak pernah kudapatkan orang sepertiku mentalak orang seperti dia, dan tidaklah orang seperti dia ditalak karena dosanya. Dia berakhlak mulia, beragama dan bernabikan Muhammad. Berbudi pekerti tinggi bersifat pemalu dan halus tutur katanya..” Namun kecintaan yang dalam kepada ‘Atikah tidak menghalanginya untuk memenuhi panggilan Allah kala jihad dikumandangkan. Ada cinta di atas cinta. Ia tinggalkan isterinya dan berjuang hingga syahid. Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi.</p>
<p>Hanzolah. Sahabat Rasulullah SAW. Pengantin baru. Malam pertama. Panggilan jihad berkumandang. Dan ia memenuhi panggilan itu hingga menggapai syahid, dalam keadaan masih junub. Dimandikan oleh para malaikat. Diabadikan dalam catatan sejarah kafilah para syuhada. </p>
<p>Yaseen Al Jazairi. Pejuang dari Algeria. Syahid di Afghanistan pada tahun 1989. Akan menikah. Namun panggilan jihad di Afghanistan membuatnya rela menggadaikan tabungan pernikahannya untuk membeli tiket ke tanah jihad, Afghanistan, dan syahid di sana. Say: If your fathers, your sons, your brothers, your wives, your kindred, the wealth that you have gained, the commerce in which you fear a decline, and the dwellings in which you delight, are dearer to you than Allah and His Messenger, and striving hard and fighting in His Cause, then wait until Allah brings about His Decision (torment). And Allah guides not the people who are Al-Fasiqoon (the rebellious, disobedient) to Allah.&#8221; [Quran 9:24]. </p>
<p><strong>Mereka Dijemput Kematian</strong><br />
Menikah. Begitu banyak harapan yang manusia inginkan pada calon pasangannya. Harus begini dan begitu. Sebagai tanda kehati-hatian dalam memilih. Namun janganlah bergantung pada manusia, siapapun itu.. Karena manusia tetaplah manusia, yang jiwanya ada dalam genggaman-Nya. </p>
<p>Seorang ikhwan berta’aruf dengan seorang akhwat. Hari pernikahan sudah ditentukan. Kala sang akhwat usai membeli pakaian pernikahan bersama calon mertuanya, mobil yang mereka kendarai bertabrakan dengan sebuah truk. Sang akhwat meninggal dengan wajah hancur. Sang calon suami melepas kepergiannya di pemakaman dengan kesedihan yang mendalam. Ia berjanji tidak akan menikah, kecuali sampai tiga tahun lagi karena sangat sulit baginya untuk melupakan calon isteri. Masih sering teringat di benaknya ketika mereka berta’aruf, yang tentunya tidak berduaan, melainkan ditemani oleh teman-teman akhwat yang lainnya, beramai-ramai. </p>
<p>Kisah yang tak jauh berbeda. Ikhwan dan akhwat yang baru saja usai acara ijab qabul. Dalam resepsi pernikahan, sang akhwat meninggal dunia karena memang tengah sakit. Suaminya sangat berduka. Pun banyak kisah-kisah ikhwah yang kematian menjemput dikala pernikahan sudah tinggal hitungan hari. </p>
<p><strong>Penutup </strong><br />
Banyak manusia yang berangan muluk dan berhasrat dengan cinta yang memenuhi segenap jiwa, dan hari-harinya disibukkan oleh sang kekasih, hingga lalai pada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, tetapi laa haula wala quwwata illa billah…, ternyata didahului takdir dan kematian merenggut nyawa. </p>
<p>Pernikahan menjadi moment yang paling dinanti oleh kebanyakan manusia di dunia dan semua orang seakan berlomba mengagungkan cinta. Tetapi diantara manusia-manusia itu, masih ada orang-orang yang rela meninggalkan apa yang didamba oleh kebanyakan manusia, demi sebuah cinta sejati dan kerinduan akan kehidupan yang abadi. “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al Fajr : 27 – 30). (ayat al akrash)</p>
<p>(Kutipan Artikel Islam)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=241&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/kematian-menjelang-hari-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Muda-mudi Sebelum Menikah (Pacaran)</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hubungan-muda-mudi-sebelum-menikah-pacaran/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hubungan-muda-mudi-sebelum-menikah-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 04:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hubungan-muda-mudi-sebelum-menikah-pacaran/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr.wb. Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya. Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah &#8220;tak kenal maka tak sayang&#8221; adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=236&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
<p>Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya. Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah &#8220;tak kenal maka tak sayang&#8221; adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah &#8220;pacaran&#8221;. <span id="more-236"></span></p>
<p>Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. </p>
<p>Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar&#8217;i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu &#8220;hubungan&#8221; yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak. </p>
<p>Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima: perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri. </p>
<p><strong>Perkenalan </strong></p>
<p>Islam tidak melarang seseorang untuk menganal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal. </p>
<p>Allah SWT berfirman yang artinya, &#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.&#8221; (Al-Hujuraat: 13). </p>
<p><strong>Hubungan Sahabat </strong></p>
<p>Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang. </p>
<p>&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.&#8221; (Al-Maidah: 2). </p>
<p><strong>Jatuh Cinta </strong></p>
<p>Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, &#8220;Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.&#8221; </p>
<p>Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab r.a., &#8220;Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya.&#8221; Umar berkata, &#8220;Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan.&#8221; (R Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, &#8220;Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang.&#8221; </p>
<p>Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika raca cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan. </p>
<p>Allah SWT berfirman yang artinya, &#8220;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, &#8216;Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.&#8217; Katakanlah kepada wanita yang beriman, &#8216;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka ….&#8221; (An-Nuur: 30&#8211;31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian. </p>
<p>Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, &#8220;Saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, &#8216;Palingkanlah pandanganmu itu&#8217;!&#8221; (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi). </p>
<p>Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, &#8220;Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.&#8221; (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi). </p>
<p>Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa&#8217;ifdz, dia berkata, &#8220;Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa&#8217;idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, &#8216;Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?&#8217; Dia menjawab, &#8216;Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, &#8216;Wahai Habib?&#8217; Aku menjawab, &#8216;Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.&#8217; Allah berfirman, &#8216;Lewatlah Kamu di atas neraka&#8217;. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, &#8216;Aduh (karena sakitnya)&#8217;. Maka Dia memanggilku, &#8216;Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).&#8221; Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak. </p>
<p><strong>Hubungan Intim </strong></p>
<p>Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah &#8220;pacaran&#8221;. </p>
<p>Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: &#8220;apel&#8221;. Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai. </p>
<p>Al-Hakim meriwayatkan, &#8220;Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.&#8221; </p>
<p>&#8220;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan.&#8221; (HR Ahmad). </p>
<p>Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, &#8220;Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.&#8221; </p>
<p>Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a. keduanya berkata, Rasulullah saw. berkhotbah, &#8220;Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.&#8221; </p>
<p>Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri. </p>
<p><strong>Hubungan Suami-Istri </strong></p>
<p>Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan sek. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya. </p>
<p>Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukannya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat. </p>
<p>Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina. </p>
<p>Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur. </p>
<p>Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar r.a. bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama rasulullah saw. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, &#8220;Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Alquran), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antarmereka.&#8221; (HR Ibnu Majah dan Hakim). </p>
<p>&#8220;Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, &#8216;Apa ini?&#8217; Kedua orang itu berkata, &#8216;Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina&#8217;.&#8221; (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim). </p>
<p>Atha&#8217; al-Khurasaniy berkata, &#8220;Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.&#8221; (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi). </p>
<p>Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu. </p>
<p>&#8220;Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya.&#8221; (HR Bukhari). (Abu Annisa) </p>
<p>Referensi:<br />
1. Al-Qur&#8217;an al-Karim<br />
2. Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi<br />
3. Mauqiful Islam Minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mabrouk<br />
4. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan<br />
5. Shahih Bukhari<br />
6. Shahih Muslim<br />
7. 1100 Hadits Terplih: Sinar Ajaran Muhammad, Dr. Muhammad Faiz Almath</p>
<p>(Kutipan Artikel Islam)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=236&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hubungan-muda-mudi-sebelum-menikah-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Isteri Atas Suami</title>
		<link>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hak-isteri-atas-suami/</link>
		<comments>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hak-isteri-atas-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 04:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummi</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummimoet.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Saya menikah dengan seorang laki-laki yang usianya lebih tua daripada saya dengan selisih lebih dari dua puluh tahun. Namun, saya tidak menganggap perbedaan usia sebagai penghalang yang menjauhkan saya daripadanya atau membuat saya lari daripadanya. Kalau dia memperlihatkan wajah, lisan, dan hatinya dengan baik sudah barang tentu hal itu akan melupakan saya terhadap perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=233&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan:</p>
<p>Saya menikah  dengan  seorang  laki-laki  yang  usianya lebih  tua  daripada saya dengan selisih lebih dari dua puluh tahun. Namun,  saya  tidak  menganggap  perbedaan usia    sebagai   penghalang   yang   menjauhkan   saya daripadanya atau membuat saya lari  daripadanya.  Kalau dia  memperlihatkan  wajah,  lisan,  dan hatinya dengan baik sudah barang tentu hal  itu  akan  melupakan  saya terhadap  perbedaan  usia ini. Tetapi sayang, semua itu tak saya peroleh. <span id="more-233"></span>Saya tidak pernah  mendapatkan  wajah yang  cerah,  perkataan  manis, dan perasaan hidup yang menenteramkan.   Dia   tidak   begitu   peduli   dengan keberadaan saya dan kedudukan saya sebagai isteri.</p>
<p>Dia  memang  tidak  bakhil  dalam  memberi  nafkah  dan pakaian, sebagaimana dia juga  tidak  pernah  menyakiti badan  saya.  Tetapi,  tentunya  bukan  cuma  ini  yang diharapkan oleh seorang isteri terhadap suaminya.  Saya melihat  posisi  saya  hanya sebagai objek santapannya, untuk  melahirkan  anak,  atau   sebagai   alat   untuk bersenang-senang  manakala  ia  butuh bersenang-senang. Inilah yang menjadikan saya merasa  bosan,  jenuh,  dan hampa.  Saya  merasakan  hidup  ini sempit. Lebih-lebih bila saya melihat teman-teman saya yang  hidup  bersama suaminya   dengan   penuh  rasa  cinta,  tenteram,  dan bahagia.</p>
<p>Pada suatu kesempatan saya  mengadu  kepadanya  tentang sikapnya  ini,  tetapi  dia  menjawab  dengan bertanya, &#8220;Apakah aku kurang dalam  memenuhi  hakmu?  Apakah  aku bakhil dalam memberi nafkah dan pakaian kepadamu?&#8221;</p>
<p>Masalah  inilah  yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz agar suami isteri  itu  tahu:  Apakah  hanya  pemenuhan kebutuhan  material  seperti makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal itu saja yang  menjadi  kewajiban  suami terhadap  isterinya  menurut hukum syara&#8217;? Apakah aspek kejiwaan tidak ada nilainya  dalam  pandangan  syari&#8217;at Islam yang cemerlang ini?</p>
<p>Saya,  dengan  fitrah  saya  dan  pengetahuan saya yang rendah ini, tidak percaya kalau ajaran Islam  demikian. Karena  itu, saya mohon kepada Ustadz untuk menjelaskan aspek psikologis  ini  dalam  kehidupan  suami  isteri, karena hal itu mempunyai dampak yang besar dalam meraih kebahagiaan dan kesakinahan sebuah rumah tangga.</p>
<p>Semoga Allah menjaga Ustadz.</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Apa yang  dipahami  oleh  saudara  penanya  berdasarkan fitrahnya   dan  pengetahuan  serta  peradabannya  yang rendah itu  merupakan  kebenaran  yang  dibawakan  oleh syari&#8217;at Islam yang cemerlang.</p>
<p>Syari&#8217;at   mewajibkan   kepada   suami  untuk  memenuhi kebutuhan  isterinya  yang  berupa  kebutuhan  material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing- masing,  atau seperti  yang  dikatakan  oleh  Al  Qur&#8217;an &#8220;bil ma&#8217;ruf&#8221; (menurut cara yang ma&#8217;ruf/patut)</p>
<p>Namun,   Syari&#8217;at   tidak   pernah    melupakan    akan kebutuhan-kebutuhan  spiritual  yang  manusia  tidaklah bernama     manusia     kecuali      dengan      adanya kebutuhan-kebutuhan  tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga  kuno:  &#8220;Maka  karena  jiwamu  itulah   engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu.&#8221;</p>
<p>Bahkan  Al Qur&#8217;an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat diantara ayat-ayat Allah di alam semesta  dan salah    satu    nikmat   yang   diberikan-Nya   kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:</p>
<p>&#8220;Dan  diantara  tanda-tanda  kekuasaan-Nya  ialah   Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan  merasa  tenteram  kepadanya, dan  dijadikan-Nya  diantaramu  rasa  kasih dan sayang. Sesungguhnya  pada  yang   demikian   itu   benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.&#8221; (Ar Rum: 21)</p>
<p>Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup  bersuami isteri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara  keduanya,  yang  semua  ini   merupakan   aspek kejiwaan,  bukan  material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami isteri yang  sunyi  dari  aspek-aspek  maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan.</p>
<p>Dalam  hal  ini banyak suami yang keliru &#8211; padahal diri mereka sebenarnya baik &#8211; ketika  mereka  mengira  bahwa kewajiban  mereka  terhadap isteri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat  tinggal,  tidak  ada  yang lain  lagi.  Dia  melupakan  bahwa  wanita (isteri) itu bukan hanya  membutuhkan  makan,  minum,  pakaian,  dan lain-lain  kebutuhan  material, tetapi juga membutuhkan perkataan yang baik,  wajah  yang  ceria,  senyum  yang manis,   sentuhan   yang  lembut,  ciuman  yang  mesra, pergaulan yang penuh kasih  sayang,  dan  belaian  yang lembut   yang   menyenangkan   hati  dan  menghilangkan kegundahan.</p>
<p>Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami isteri dan adab   pergaulan   diantara   mereka   yang   kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa semua  itu. Diantara  adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur&#8217;an dan Sunnah itu ialah berakhlak yang  baik  terhadapnya  dan sabar dalam menghadapi godaannya. Allah berfirman:<br />
&#8220;&#8230;  Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara yang ma&#8217;ruf (patut) &#8230;, (An Nisa&#8217;: 19)</p>
<p>&#8220;&#8230; Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil  dari kamu perjanjian yang kuat.&#8221; (An Nisa&#8217;: 21 )</p>
<p>&#8220;&#8230;  Dan  berbuat  baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat,  anak-anak  yatim,  orang-orang  miskin, tetangga  yang  dekat  dan  tetangga  yang  jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu &#8230;.&#8221; (An Nisa: 36)</p>
<p>Ada  yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan &#8220;teman sejawat&#8221; dalam ayat di atas ialah isteri.</p>
<p>Imam Ghazali berkata, &#8220;Ketahuilah bahwa berakhlak  baik kepada  mereka  (isteri)  bukan  cuma  tidak  menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka,  dan penyantun  ketika  mereka  sedang  emosi  serta  marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah saw.  Isteri-isteri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula  salah  seorang  dari mereka menghindari beliau sehari semalam.</p>
<p>Beliau pernah berkata kepada Aisyah, &#8220;Sungguh, aku tahu kalau engkau  marah  dan  kalau  engkau  rela.&#8221;  Aisyah bertanya,  &#8220;Bagaimana  engkau  tahu?&#8221;  Beliau menjawab, &#8220;Kalau engkau rela, engkau berkata, &#8216;Tidak, demi  Tuhan Muhammad,&#8217;  dan  bila  engkau  marah,  engkau  berkata, &#8216;Tidak, demi Tuhan Ibrahim.&#8217; Aisyah  menjawab,  &#8220;Betul,<br />
(kalau   aku  marah)  aku  hanya  menghindari  menyebut namamu.&#8221;</p>
<p>Dari adab  yang  dikemukakan  Imam  Ghazali  itu  dapat ditambahkan  bahwa  disamping  bersabar  menerima  atau menghadapi kesulitan isteri, juga  bercumbu,  bergurau, dan  bermain-main  dengan  mereka, karena yang demikian itu dapat menyenangkan  hati  wanita.  Rasulullah  saw. biasa   bergurau   dengan   isteri-isteri   beliau  dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan   berakhlak,  sehingga  diriwayatkan  bahwa  beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah. </p>
<p>Umar r.a. &#8211; yang dikenal berwatak keras  itu  &#8211;  pernah berkata,  &#8220;Seyogyanya  sikap  suami  terhadap isterinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada disisinya  (keadaan  yang  sebenarnya)  maka dia adalah seorang laki-laki.&#8221;</p>
<p>Dalam menafsirkan hadits: &#8220;Sesungguhnya Allah  membenci alja&#8217;zhari  al-jawwazh,&#8221;  dikatakan bahwa yang dimaksud ialah  orang  yang  bersikap  keras   terhadap   isteri (keluarganya)   dan   sombong  pada  dirinya.  Dan  ini merupakan salah satu makna  firman  Allah:  &#8216;utul.  Ada yang  mengatakan  bahwa  lafal &#8216;utul berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya. </p>
<p>Keteladanan tertinggi bagi semua itu  ialah  Rasulullah saw.   Meski   bagaimanapun   besarnya   perhatian  dan banyaknya kesibukan beliau dalam  mengembangkan  dakwah dan  menegakkan  agama,  memelihara jama&#8217;ah, menegakkan tiang daulah dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh  yang  senantiasa  mengintainya dari luar, beliau tetap  sangat  memperhatikan  para  isterinya.   Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya seperti berpuasa, shalat,  membaca  Al-Qur&#8217;an, dan berzikir, sehingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya  berdiri  ketika  melakukan  shalat  lail,  dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya. </p>
<p>Namun,  sesibuk  apa  pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak isteri-isteri beliau yang harus beliau  penuhi.Jadi,  aspek-aspek  Rabbani  tidaklah  melupakan beliau terhadap aspek  insani  dalam  melayani  mereka  dengan memberikan  makanan  ruhani  dan  perasaan  mereka yang tidak dapat terpenuhi dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.</p>
<p>Dalam  menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli isteri, Imam Ibnu Qayyim berkata:</p>
<p>&#8220;Sikap Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya  ialah bergaul dan berakhlak baik kepada mereka. Beliau pernah menyuruh gadis-gadis Anshar  menemani  Aisyah  bermain. Apabila  isterinya  (Aisyah)  menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah  minum  dari  suatu  bejana,  maka  beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau letakkan  mulut  beliau  di  tempat  mulut  Aisyah tadi (bergantian minum pada satu bejana/tempat), dan  beliau juga biasa makan kikil bergantian dengan Aisyah.&#8221;</p>
<p>Beliau  biasa  bersandar  di  pangkuan  Aisyah,  beliau membaca  Al  Qur&#8217;an  sedang  kepala  beliau  berada  di pangkuannya.  Bahkan pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau  menyuruhnya   memakai   sarung,   lalu   beliau memeluknya.  Bahkan,  pernah  juga  menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.</p>
<p>Diantara kelemahlembutan dan akhlak  baik  beliau  lagi ialah   beliau   memperkenankannya  untuk  bermain  dan mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang  Habsyi ketika  mereka  sedang  bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak beliau  untuk  melihat permainan  orang-orang  Habsyi  itu. Beliau juga pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan  keluar  dari rumah bersama-sama.</p>
<p>Sabda Nabi saw:</p>
<p>&#8220;Sebaik-baik  kamu  ialah  yang  paling  baik  terhadap keluarganya, dan aku  adalah  orang  yang  paling  baik terhadap keluargaku.&#8221;</p>
<p>Apabila   selesai   melaksanakan   shalat  ashar,  Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi)  isteri-isterinya dan beliau tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah isteri beliau yang pada waktu itu tiba  giliran  beliau  untuk  bermalam. Aisyah berkata, &#8220;Rasulullah  saw.  tidak   melebihkan   sebagian   kami terhadap  sebagian  yang  lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami semuanya, yaitu mendekati  tiap-tiap  isteri beliau tanpa menyentuhnya, hingga  sampai  kepada  isteri  yang  menjadi   giliran beliau, lalu beliau bermalam di situ.&#8221;1</p>
<p>Kalau  kita  renungkan apa yang telah kita kutip disini mengenai petunjuk Nabi saw.  tentang  pergaulan  beliau dengan  isteri-isteri  beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memperhatikan mereka, menanyakan keadaan mereka, dan   mendekati  mereka.  Tetapi  beliau  mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih, namun ini bukan  berarti beliau   bersikap  pilih  kasih,  tetapi  karena  untuk menjaga kejiwaan Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang masih muda.</p>
<p>Beliau  mengawini  Aisyah ketika masih gadis kecil yang belum mengenal seorang  laki-laki  pun  selain  beliau. Kebutuhan  wanita  muda  seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan dengan kebutuhan disini bukan  sekadar  nafkah,  pakaian,  dan hubungan biologis saja, bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih penting  dan  lebih  dalam  daripada semua  itu. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kita lihat  Nabi  saw.  selalu  ingat  aspek  tersebut   dan senantiasa   memberikan   haknya   serta  tidak  pernah melupakannya  meskipun  tugas  yang  diembannya  besar, seperti  mengatur  strategi dakwah, membangun umat, dan menegakkan daulah.</p>
<p>&#8220;Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi kamu.&#8221;</p>
<p>Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.</p>
<p>(Kutipan Artikel Islam)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummimoet.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummimoet.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummimoet.wordpress.com&amp;blog=9144501&amp;post=233&amp;subd=ummimoet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummimoet.wordpress.com/2009/10/17/hak-isteri-atas-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff16f7b7c7b8ef8f0ae69b3fb75f87b2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
