Posted by: Ummi on: Oktober 18, 2009
TA’ARUF
Mengenal dengan baik, menambah kemantapan, kesenangan, kebahagiaan, merawat cinta-kasih, memahami dan saling menolong, memperkecil kesalahpahaman, mudah untuk memperbaiki jika ada kesalahan.
Ta’aruf harus sesuai dengan aturan – aturan syar’i dan tidak boleh mengarah kepada kemaksiatan atau ada kesan main-main.
Ta’aruf juga dimaksudkan untuk melengkapi data-data yang belum diketahui atau saling bertukar pikiran dan memahami keluarga masing-masing.
Ta’aruf merupakan salah satu alat atau sarana sekaligus proses, dan belum merupakan tanda jadi secara mutlak, tetapi ada indikasi untuk jadi.
Ta’aruf harus terikat dengan adab – adab islam dan tidak asal asalan.
Ta’aruf boleh langsung dan boleh tidak langsung asalkan tetap dalam tataran syar’I, artinya tidak boleh berduaan tanpa muhrim dan tidak kearah berpacaran atau kumpul kumpul yang tidak syar’i
Melalui Ta’aruf, bisa Ru’yah atau nadhor dan menjadi sarana bermusyawarah
Ta’aruf nilai hukumnya sunnah, tang penting untuk diperhatikan bagi setiap orang yang akan menikah.
Menikah tanpa ta’aruf tetap sah.
KHITHBAH/ Melamar/ Meminang
Khitbah hukumnya sunnah
Khitbah bukan tanda jadi secara mutlak, tetapi merupakan pengantar untuk jadi dan menunjukkan keseriusan.
Khitbah bisasanya dilakukan oleh orang tua atau wakilnya atau boleh langsung anaknya, tetapi yang terbaik adalah kedua duanya.
Adab Khitbah:
1. Berniat baik
2. Bertutur kata baik
3. berperilaku yang baik
4. tidak berlebihan dan tidak ada maksiyat
5. saling menghormati dan bermusyawarah
6. berfikir kepada Allah
7. Menjaga adab majlis
Tidak ada tukar cincin sebelum pernikahan.
Tidak boleh memperkecil mahar dan memperbesar peningset atau hadiah sebelum pernikahan (kurang afdhol)
Idealnya jarak antara Khitbah dengan Akad dan walimah tidak terlalu lama menunggu
Khitbah adalah sarana untuk merencanakan pelaksanaan Walimah dan Akad Nikah (bentuk yang diingginkan)dll.
Oktober 19, 2009 pada 12:51 am
wadhuh.. jadi teringat masa-masa mendekati pernikahan… entah kapan akan terulang kembali, saat ini status masih monogami… salam khitbah, hehehehe….
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Oktober 19, 2009 pada 12:56 am
salam kenal aja ya… hehe… terima kasih.